KORANJURI.COM – Universitas Muhammadiyah Purworejo (UMPWR) resmi membuka kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) dan Masa Ta’aruf (Masta) 2026, Senin (14/09/2026).
Di hadapan sekitar 800 mahasiswa baru, Rektor UMPWR Assoc. Prof. Dr. Teguh Wibowo, M.Pd., saat membuka PKKMB menyampaikan sejumlah pesan tegas dan larangan keras demi menjaga nama baik almamater.
Membuka kegiatan yang mengusung tema “Generasi Unggul Berdampak bagi Semesta” ini, Teguh secara khusus menyoroti aturan ketat terkait lingkungan kampus.
Salah satu poin utama yang ia tekankan adalah kebijakan kampus bebas rokok yang wajib dipatuhi seluruh civitas akademika, baik mahasiswa baru maupun lama.
“Mohon maaf, merokok! Kampus kita sudah bebas rokok,” tegas Teguh dalam sambutannya di Auditorium Kasman Singodimejo, kampus setempat.
Selain masalah rokok, Teguh juga meminta mahasiswa untuk menjauhi berbagai perilaku menyimpang yang dapat mengganggu proses pendidikan, seperti kekerasan, perundungan, intoleransi, hingga penyalahgunaan narkoba. Tak tanggung-tanggung, ia juga melayangkan peringatan keras terkait isu LGBT.
“LGBT! Sampai ketahuan mahasiswa LGBT, kami keluarkan dari kampus! Kita tegas,” ujarnya, meski dalam sambutannya ia tidak merinci dasar aturan tertulis maupun prosedur teknis penerapan sanksi tersebut.
Terlepas dari aturan ketat tersebut, Teguh mengingatkan bahwa masa perguruan tinggi menuntut kemandirian dan kedewasaan. Ia berpesan agar mahasiswa tidak sekadar mengejar ijazah, melainkan aktif mengembangkan kemampuan, memperluas jejaring, dan menemukan jati diri.
“Organisasi jalan, akademik juga jalan, sama-sama jalan,” pesannya kepada mahasiswa baru, termasuk peserta program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) PGSD asal Sulawesi yang mengikuti acara secara daring.
Ia mendorong mahasiswa aktif mengikuti Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) atau Himpunan Mahasiswa (Hima) guna mengasah kepemimpinan dan kerja sama. Generasi muda juga diminta adaptif, jujur, bertakwa, serta memiliki kemampuan berpikir kritis di tengah perubahan zaman yang cepat.
Rangkaian PKKMB dan Masta UMPWR 2026 dijadwalkan berlangsung selama tiga hari hingga 16 September 2026.
Agenda hari pertama turut menghadirkan Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia, Dzulfikar Ahmad Tawalla, S.Pd., M.I.Kom., sebagai narasumber.
Melalui kegiatan ini, UMPWR berharap dapat mencetak generasi yang berilmu, berkarakter, dan berdampak bagi semesta. (Jon)





