Hasbi Hikmawan Arafat selaku ketua OSIS yang menjadi siswa kelas XI-1 mengungkapkan, bahwa ini hal pertama baginya dan teman-temannya. Selama ini dalam pelajaran Bahasa Indonesia, biasanya hanya memberikan tugas membuat cerpen, buku, puisi atau lainnya. Tapi baru kali ini karyanya dan teman-temannya diwujudkan dalam bentuk buku dan dicetak langsung.
“Perasaan senang dan bangga. Nantinya bisa dikenang untuk selamanya meskipun kita sudah tidak di SMAN 2 Purworejo lagi,” kata Hasbi.
Dalam antologi ini, aku Hasbi, dirinya menulis cerpen tentang penjual bakso yang tamak. Cerpen ini terinspirasi kisah temannya yang indigo. Cerpen menceritakan penjual bakso yang laris tapi menggunakan penglaris, hingga akhirnya di akhir cerita dirinya bangkrut dan terlilit utang.
“Ini menjadi pertanda baik bagi kita semua. Kedepannya kita dapat memotivasi teman yang lain untuk dapat meluncurkan buku,” ujar Hasbi.
Atas peluncuran buku karya siswa ini, Kepala SMAN 2 Purworejo, Dra Fitarini, M.Si., memberikan apresiasi tersendiri. Dia menyebut, anak-anak kelas XI-1 hebat-hebat, karena sudah berani keluar dari zona mager, malas mencoba, malas berkarya, takut untuk berubah menjadi pribadi yang kreatif, inovatif, dan produktif.
“Di tangan dingin Pak Rahman Sudrajad, anak-anak berani membuka diri dan mencoba berkarya dengan menulis cerpen yang sangat apik dan menarik untuk dibaca. Saya selalu support anak-anak untuk berkarya dan sangat bangga ketika ada wujud nyata karya-karya mereka yang ternyata sangat luar biasa,” pungkas Fita. (Jon)
Baca Artikel Lain KORANJURI di GOOGLE NEWS





