KORANJURI.COM – Fenomena penurunan karakter dan disiplin di kalangan remaja saat ini menjadi perhatian serius dunia pendidikan.
Merespons kegelisahan tersebut, SMK YPP Purworejo menggelar kegiatan Pesantren Ramadan 1447 H dengan pesan yang kuat, menempatkan adab di atas segalanya.
Ketua Panitia Pesantren Ramadan, Abdul Karim, S.Pd., mengungkapkan bahwa tahun ini sekolah sengaja memilih tema yang singkat namun mendalam, yaitu “Akhlak Dulu, Ilmu Kemudian”.
“Maknanya, siswa tidak hanya dituntut mengejar nilai akademik, tapi wajib memiliki akhlakul karimah. Kami ingin mereka punya karakter budi pekerti yang luhur atau soft skill yang baik,” ujar Abdul Karim saat diwawancarai pada Kamis (12/03/2026).
Bukan tanpa alasan tema tersebut dipilih. Abdul Karim jujur mengakui adanya keprihatinan terhadap perilaku generasi muda saat ini yang dinilai mengalami penurunan kualitas adab.
Salah satu contoh nyata yang ia soroti adalah masalah kedisiplinan dan rasa hormat.
“Jujur saja kami prihatin, karakter anak makin lama terasa makin menurun. Contohnya dari hal kecil seperti kehadiran (presensi), masih ada siswa yang tidak masuk tanpa keterangan. Padahal zaman dulu, tidak masuk sekolah itu rasanya rugi sekali,” tuturnya.
Melalui momentum Ramadan ini, pihak sekolah berupaya mengembalikan marwah pendidikan karakter agar siswa lebih menghormati orang tua di rumah serta Bapak/Ibu guru di sekolah.
Pesantren Ramadan ini berlangsung selama tiga hari, mulai Rabu hingga Jumat (11–13 Maret 2026), yang diikuti oleh seluruh siswa secara bergantian sesuai jenjang kelas. Pada kesempatan ini juga dihadirkan tiga penceramah secara bergantian.
Di hari Rabu (11/03/2026), diikuti siswa kelas XII ada pengajian dengan Tausiyah oleh H. Tashilul Manasik, S.Psi., M.Pd. (Gus Ahil).
Hari Kamis (12/03/2026), diikuti Kelas XI, pengajian diisi oleh K.H. Ahmad Abdul Haq (Pengasuh Ponpes Sabilul Muttaqin, Kalimiru).
Dan di hari terakhir, Jumat (13/03/2026), diikuti siswa K
Kelas X, ada pengajian diisi oleh K.H. Rasyid Anwar, S.Pd.
Selain pengajian umum di Indoor Aguna SMK YPP Purworejo, para siswa juga diwajibkan melakukan tadarus Al-Qur’an secara terjadwal.
“Setiap kelas punya tanggung jawab membaca juz tertentu, sehingga targetnya setiap hari ada Khatmil Qur’an di sekolah,” tambah Abdul Karim.
Tak hanya soal hubungan dengan Tuhan (Hablum Minallah), kegiatan ini juga mengasah kepekaan sosial siswa (Hablum Minannas). Seluruh siswa diwajibkan menyalurkan zakat fitrah melalui sekolah.
“Zakat ini untuk mensucikan amal ibadah sekaligus melatih anak-anak agar peka terhadap lingkungan sekitar,” jelasnya.
Bentuk toleransi, pungkas Abdul Karim, juga ditunjukkan dalam kegiatan ini. Bagi siswa non-muslim, sekolah tetap memfasilitasi kegiatan keagamaan dengan bimbingan guru agama masing-masing secara terpisah di lingkungan sekolah. (Jon)





