Kepala DLHP Purworejo Ajak Pemudik Wujudkan ‘Mudik Minim Sampah’, Ini Langkah Sederhananya

oleh
Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Perikanan Kabupaten Purworejo Wiyoto Harjono, ST - foto: Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Momen mudik Lebaran 2026 di Kabupaten Purworejo diprediksi tidak hanya membawa kemeriahan pertemuan keluarga, tetapi juga peningkatan volume sampah.

Dinas Lingkungan Hidup dan Perikanan (DLHP) Kabupaten Purworejo memperkirakan adanya kenaikan volume sampah sebesar 10% hingga 20% selama masa libur Hari Raya Idul Fitri 1447 H.

Kepala DLHP Kabupaten Purworejo, Wiyoto Harjono, ST, mengungkapkan bahwa dalam kondisi normal, sampah yang masuk ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) rata-rata mencapai 80 ton per hari. Namun, tren tahunan menunjukkan lonjakan signifikan pada periode H-1 hingga H+2 Lebaran.

“Jumlah penduduk Purworejo otomatis naik karena kepulangan para pemudik. Berdasarkan tren tahun-tahun sebelumnya, kami memprediksi kenaikan (sampah) di kisaran 10 persen sampai 20 persen,” ujar Wiyoto dalam wawancara pada Selasa (17/03/2026).

Menanggapi potensi lonjakan tersebut, Wiyoto menghimbau masyarakat dan pemudik untuk mulai mempraktikkan gaya hidup minim sampah. Ia menekankan pentingnya mengurangi penggunaan plastik sekali pakai seperti tas kresek dan botol air mineral.

“Kami menghimbau warga maupun pemudik untuk membawa wadah yang bisa dipakai berkali-kali. Belanja atau memasaklah sesuai kebutuhan agar tidak ada makanan yang terbuang menjadi sampah organik. Sampah organik jika salah penanganan bisa menimbulkan bau dan menjadi kotor,” tegasnya.

Guna memastikan Kabupaten Purworejo tetap bersih selama hari raya, DLHP memutuskan untuk tidak meliburkan personel lapangan sepenuhnya. Sebanyak 207 personel disiagakan melalui sistem shift untuk menjaga kebersihan di berbagai lini.

Mereka ini, penyapu jalan 64 orang, petugas persampahan 82 orang, petugas pertamanan 56 orang, dan
petugas Heroes Park 5 orang.

“Mereka tidak mendapatkan cuti Lebaran seperti ASN lainnya karena harus bertugas demi kenyamanan publik. Selain itu, piket kantor, penjaga malam, hingga koordinator lapangan juga tetap standby,” tambah Wiyoto.

Tak hanya personel, DLHP juga mengerahkan kekuatan penuh dari sisi armada. Tercatat 12 unit truk sampah, 8 unit kendaraan roda tiga, dan 2 unit tangki penyiraman taman akan terus bergerak. Selain itu, 1 unit mobil crane dan 1 unit eksavator di TPA disiagakan penuh untuk mengantisipasi penumpukan sampah.

Di akhir pernyataannya, Wiyoto mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tidak hanya mengandalkan petugas kebersihan.

“Kami mengharap partisipasi dan kerja sama masyarakat untuk bertanggung jawab terhadap sampahnya masing-masing. Mari wujudkan Mudik Asik, Minim Sampah dengan langkah sederhana: bawa botol minum sendiri dan simpan sampah selama perjalanan hingga menemukan tempat sampah yang tepat,” pungkasnya. (Jon)