KORANJURI.COM – Program Studi Pendidikan Teknik Otomotif (PTO) Universitas Muhammadiyah Purworejo (UMPWR) sukses menyelenggarakan kegiatan kuliah tamu bertema “Peran Guru Masa Depan dalam Menghadapi Transformasi Pendidikan di Era Digital” pada Selasa (07/04/2026).
Kegiatan ini diikuti oleh sekitar 160 peserta yang terdiri dari mahasiswa Prodi PTO, PGSD, serta komunitas guru di Purworejo.
Acara yang berlangsung di Ruang Seminar Kampus Timur ini dimulai pukul 08.00 WIB dan dihadiri oleh Ketua Program Studi PTO, Dwi Jatmoko, M.Pd., dosen dan tenaga kependidikan, serta Ketua Program Studi PGSD, Rintis Rizkia Pangestika, M.Pd.
Kegiatan diawali dengan sambutan dari ketua panitia, Muhammad, mahasiswa semester 4 yang mewakili Himpunan Mahasiswa Otomotif (HIMATO).
“Dengan kegiatan ini diharapkan mampu memberikan wawasan baru bagi mahasiswa dan guru dalam menghadapi tantangan pendidikan di era digital,” ujar ketua panitia dalam sambutannya.
Selanjutnya, kegiatan dibuka secara resmi oleh Kaprodi PTO, Dwi Jatmoko, M.Pd., yang dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kuliah tamu ini.
“Guru memiliki peran penting dalam menghadapi transformasi digital, termasuk pemanfaatan teknologi secara bijak dan inovatif dalam proses pembelajaran,” kata Dwi Jatmoko saat membuka kegiatan.
Kegiatan inti diisi oleh narasumber utama, Muhammad Nur Rizal, S.T., M.Eng., Ph.D., Founder Gerakan Sekolah Menyenangkan.
Dalam pemaparannya selama kurang lebih dua jam, Muhammad Nur Rizal menyampaikan berbagai konsep pembelajaran inovatif yang relevan dengan perkembangan zaman.
Salah satu poin penting yang disampaikan adalah pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) sebagai media dan sumber belajar yang adaptif, interaktif, dan mampu mendukung kebutuhan belajar peserta didik secara lebih personal.
“AI dapat membantu guru dalam merancang pembelajaran yang lebih menarik, mulai dari pembuatan materi, evaluasi pembelajaran, hingga memberikan pengalaman belajar yang lebih kontekstual dan menyenangkan,” terang Muhammad Nur Rizal dalam paparannya.
Namun demikian, narasumber mengingatkan, peran guru tetap menjadi kunci utama sebagai fasilitator yang mengarahkan penggunaan teknologi agar tetap berlandaskan nilai-nilai pendidikan.
Setelah sesi materi, acara dilanjutkan dengan diskusi interaktif. Para peserta terlihat sangat antusias dengan berbagai pertanyaan dan tanggapan yang menunjukkan tingginya minat terhadap topik yang dibahas, khususnya terkait implementasi AI dalam dunia pendidikan.
Secara keseluruhan, kegiatan kuliah tamu ini berlangsung dengan lancar, menarik, dan penuh semangat. Diharapkan melalui konsep Gerakan Sekolah Menyenangkan serta pemanfaatan teknologi seperti AI, para peserta mampu mengembangkan pola pikir baru dalam pembelajaran, sehingga proses belajar mengajar menjadi lebih kreatif, inovatif, dan menyenangkan di era digital. (Jon)





