KORANJURI.COM – Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) Kabupaten Purworejo Tahun 2026 resmi dimulai. Upacara pembukaan yang berlangsung meriah di Stadion Sarwo Edhi Wibowo pada Selasa (14/04/2026) menjadi penanda dimulainya ajang bergengsi bagi para atlet muda di Purworejo.
Mengusung tema “Purworejo Berdaya Saing, Purworejo Bersinergi”, pembukaan ditandai dengan pelepasan balon oleh Bupati Purworejo, Hj. Yuli Hastuti, SH.
Kemeriahan acara semakin terasa dengan penampilan seni Tari Cing Poling, aksi marching band SMP Negeri 1 Purworejo, serta drumband SMK Kesehatan Purworejo yang memukau tamu undangan.
Dalam sambutannya, Bupati Yuli Hastuti menekankan bahwa POPDA bukan sekadar ajang adu bakat fisik, melainkan instrumen penting dalam membangun mentalitas pelajar.
“Kegiatan ini menjadi wadah untuk menumbuhkan sportivitas, disiplin, kerja keras, dan kebersamaan di kalangan pelajar,” ujar Bupati.
Beliau berharap, melalui kompetisi ini, akan lahir bibit-bibit atlet berprestasi yang mampu membawa nama harum Purworejo di kancah yang lebih tinggi.
POPDA 2026 kali ini diikuti oleh sekitar 4.000 peserta dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari SD/MI, SMP/MTs, hingga SMA/SMK/MA.
Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Dinporapar) Purworejo, Bangun Erlangga Ibrahim, menjelaskan bahwa seluruh pelaksanaan telah disusun berdasarkan petunjuk teknis yang transparan dan akuntabel.
“Secara keseluruhan Popda ini diikuti sekitar 4000 atlet, yang mempertandingkan 25 cabor, dilaksanakan di 25 venue yang berbeda,” terang Angga, panggilan akrab Bangun Erlangga Ibrahim didampingi Kabid Olahraga, Widodo.
Ke 25 cabor ini, ungkap Angga, Sepak bola, futsal, bola voli, basket, bulutangkis, atletik, renang, pencak silat, karate, taekwondo, panahan, tenis meja, tenis lapangan, sepak takraw, kempo, gateball, catur, gymnastik artistik, tinju, bola voli pasir, bola tangan, petanque, panjat tebing, sepatu roda, dan balap sepeda.
Kabid Olahraga Dinporapar Purworejo, Widodo, menambahkan bahwa kompetisi ini merupakan bagian dari sistem pembinaan yang berjenjang. Meskipun para pemenang akan dianugerahi medali, piala, dan piagam, status juara di tingkat kabupaten tidak otomatis langsung melaju ke tingkat provinsi.
“Penentuan perwakilan ke tingkat karesidenan atau provinsi tetap harus mengikuti ketentuan teknis lebih lanjut yang berlaku,” jelas Widodo.
Melalui sinergi antara pemerintah, sekolah, dan masyarakat, Pemkab Purworejo optimistis POPDA 2026 dapat melahirkan generasi yang tidak hanya sehat secara fisik, tetapi juga kompetitif secara global sesuai visi Purworejo Berseri. (Jon)





