Ekajaya Patra Kapal Cepat Berteknologi Ramah Terumbu Karang Resmi Beroperasi

oleh
Ekajaya Patra resmi memulai pelayaran perdana dari pelabuhan Tanjung Benoa Nusa Dua, Bali, Sabtu, 27 Juni 2026 - foto: Ist

KORANJURI.COM – Ekajaya Patra resmi memulai pelayaran perdana dengan rute Lombok, Kepulauan Gili, Nusa Penida, dan Nusa Lembongan. Layanan kapal cepat bertolak dari dermaga Nusa Dua, Sabtu, 27 Juni 2026.

General Manager Ekajaya Fast Ferry I Ketut Sugita mengatakan, pelayaran perdana itu akan memberikan dampak berganda perekonomian di kawasan Nusa Dua. Sebelumnya, Ekajaya Fast Ferry membuka operasi dari dermaga Serangan.

“Kami mempunyai 1.200 seat per tahun dan untuk Patra beroperasi dari kawasan Tanjung Benoa,” kata Sugita.

Ia menjelaskan, pelayaran perdana untuk kapal terbarunya itu dipilih menjelang high season dan bertepatan dengan Hari Raya Kuningan untuk masyarakat Hindu Bali. Sugita mengatakan, momen itu menjadi hari baik untuk melakukan aktifitas.

Ekajaya Patra melayani dua jadwal keberangkatan dari Nusa Dua Harbour pada pukul 07.30 WITA dengan rute Nusa Dua-Nusa Penida-Nusa Lembongan-Lombok.

“Yang kedua start jam 08.00 WITA dengan tujuan Senggigi dengan jarak tempuh dua jam. Dari Senggigi kemudian menuju Gili Terawangan, Lombok,” jelasnya.

Sugita menjelaskan, dengan dua kali jadwal operasional, kapasitas dermaga di Tanjung Benoa mampu melayani 682 penumpang per hari.

Sehingga akan memberikan akses yang lebih mudah bagi wisatawan dari Bali yang ingin berkunjung ke Lombok dan pulau-pulau di kawasan Nusa Tenggara Barat.

Kapal Ferry cepat yang dioperasikan itu, kata Sugita, memiliki kemampuan 1660 horse power, dengan waterjet terbaru untuk menjamin keselamatan di laut.

“Jadi ini adalah waterjet pertama yang dipakai di dunia dipakai kapal ini, series terbaru. Waterjet ini untuk menjaga keberadaan terumbu karang di bawah air, karena posisinya di atas permukaan air, berbeda dengan profiler ada di dalam air,” kata Sugita.

Head of Captain Ekajaya Fast Ferry Captain Rachman mengatakan, sepanjang berkarir di Ekajaya Fast Ferry, dirinya telah membawahi empat armada.

“Saya sepuluh tahun bergabung dan sudah membawahi Ekajaya 23, 25, Ekajaya Matra dan sekarang Ekajaya Patra,” kata Rachman.

Dengan kemampuan kapal yang lebih besar menurut Rachman, Ekajaya Patra mampu memberikan kenyamanan kepada penumpang. Terutama akibat hempasan ombak laut.

“Biasanya kita ombak dua meter masih nyaman,” ujarnya. (Way)