Diapresiasi Wabup, Polres Purworejo Ambil Peran Nyata Sembuhkan Belasan Anak Penderita Bibir Sumbing

oleh
Kapolres Purworejo bersama Wabup dan Dekan FK UNEJ, saat menyambangi salah satu pasien yang mengikuti operasi bibir sumbing - foto: Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Tugas kepolisian tidak melulu soal menangkap pelaku kriminal atau mengatur lalu lintas. Menjelang Hari Bhayangkara ke-80, Polres Purworejo menunjukkan sisi humanisnya yang luar biasa dengan menembus batas fungsi keamanan demi menghadirkan aksi kemanusiaan yang nyata.

Bekerja sama dengan Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Jember (FK UNEJ) dan RSUD dr. Tjitrowardojo, Polres Purworejo menggelar bakti sosial operasi bibir sumbing dan langit-langit secara gratis.

Komitmen kolaborasi lintas sektor ini resmi dimulai setelah penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA) di Auditorium RSUD dr. Tjitrowardojo, Purworejo, Jum’at (26/06/2026) sore.

Kapolres Purworejo, AKBP Windy Syafutra, menegaskan bahwa Hari Bhayangkara merupakan pemantik bagi Polri untuk memperkuat pengabdian sosial kepada masyarakat luas, bukan sekadar momentum refleksi internal terkait keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

“Melalui tema ‘Menghadirkan Senyum untuk Masa Depan Yang Lebih Baik’, kami berharap setelah operasi dilakukan, para pasien bisa memiliki kesehatan fisik yang lebih prima, kemampuan berbicara dan tumbuh kembang yang lebih baik, serta kepercayaan diri yang meningkat di lingkungan masyarakat,” ujar kapolres hangat.

Berdasarkan data penyaringan, total ada 17 pasien yang siap menjalani operasi. Perjalanan mengumpulkan para pasien ini pun penuh dinamika.

“Pada awalnya terdata 15 anak, namun sebulan lalu salah satu pasien meninggal dunia. Kemudian bertambah 3 pasien baru, yakni 2 dari Kabupaten Purworejo dan 1 dari Kabupaten Semarang,” papar kapolres mengenai kondisi para calon pasien.

Untuk memastikan penanganan bedah plastik berjalan maksimal dan aman, FK UNEJ tidak bergerak sendiri. Dekan FK UNEJ, Dr. dr. Ulfa Elfiah, M.Kes., Sp.BP-RE., Subsp.L.B.L.(K), menjelaskan bahwa pihaknya memperluas jaringan kemitraan dengan menggandeng tim medis ahli dari dua institusi besar lainnya, FK Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta dan RSU Gianyar Bali.

Langkah ini merupakan wujud nyata implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi untuk membantu meringankan beban pemerintah dalam menangani kasus bibir sumbing di berbagai wilayah Indonesia.

Langkah humanis Polres Purworejo ini langsung mendapat acungan jempol dari Pemerintah Kabupaten Purworejo. Wakil Bupati Purworejo, Dion Agasi Setiabudi, S.I.Kom., M.Si., menyatakan kekagumannya atas inisiatif Polri yang bergerak melampaui tugas pokoknya.

“Kami mengapresiasi Kapolres Purworejo dan jajarannya yang telah berinisiatif mengadakan kegiatan baksos mulia ini. Fungsi Polres ternyata sangat luas. Bahkan sebelumnya, mereka juga ikut melakukan tracing dan tracking TBC yang trennya sedang meningkat di Purworejo,” puji Wabup Dion Agasi.

Bak gayung bersambut, RSUD dr. Tjitrowardojo melalui Wakil Direktur Bidang Pelayanan, dr. Dony Prihartanto, menegaskan kesiapan penuh seluruh fasilitas rumah sakit demi menyukseskan program ini.

Acara seremonial sore itu juga ditutup dengan momen haru penyerahan santunan secara simbolis kepada orang tua pasien yang hadir bersama perwakilan SmileTrend serta sejumlah direktur rumah sakit daerah dan swasta.

Sesuai jadwal, tindakan operasi steril massal ini akan langsung digulirkan pada Sabtu (27/06/2026) pagi mulai pukul 06.00 WIB di ruang operasi RSUD dr. Tjitrowardojo. (Jon)