Kuota 2027 Ludes, Inden SPMB SD Muhammadiyah Kutoarjo Tembus Tahun 2032

oleh
Kepala SD Muhammadiyah Kutoarjo, Suprayitno, S.Pd.I. - foto: Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Fenomena unik dan langka terjadi dalam Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) di SD Muhammadiyah Kutoarjo, Kabupaten Purworejo.

Meski tahun ajaran baru 2026/2027 baru saja dimulai pada Juli 2026, kuota pendaftaran untuk tahun ajaran 2027/2028 di sekolah tersebut sudah dinyatakan penuh (full quota).

Bahkan, sistem penerimaan siswa dengan skema inden (pemesanan tempat lebih awal) kini telah bergerak cepat untuk kuota pendaftaran hingga tahun ajaran 2032/2033 mendatang.

Kepala SD Muhammadiyah Kutoarjo, Suprayitno, S.Pd.I., mengungkapkan bahwa program inden ini lahir dari kepercayaan tinggi masyarakat terhadap pelayanan pendidikan yang konsisten dijalankan sekolahnya.

“Semboyan kami adalah ‘ditutup sebelum dibuka’. Artinya sebelum pendaftaran umum buka SD Muhammadiyah Kutoarjo sudah tutup. Alhamdulillah untuk pendaftaran tahun ajaran 2026/2027 sudah terpenuhi sejak Januari 2026 lalu. Sekarang, per 14 Juli 2026, kuota untuk tahun ajaran 2027/2028 berjumlah 140 siswa juga sudah ludes, dan masih ada lebih dari 15 pendaftar yang harus masuk daftar tunggu atau cadangan” ujar Suprayitno saat ditemui, Jumat (24/07/2026).

Tren pemesanan kursi sekolah ini melahirkan cerita unik di lapangan. Suprayitno membeberkan bahwa sudah ada orang tua yang mendaftarkan bayinya yang baru berusia 7 hari untuk menjamin kursi sekolah di masa depan.

Diungkapkan, bahwa untuk Tahun Ajaran 2028/2029 sudah terdaftar 88 siswa, Tahun Ajaran 2029/2030 terdaftar 32 siswa, Tahun Ajaran 2030/2031 terdaftar 20 siswa, Tahun Ajaran 2031/2032 terdaftar 17 siswa dan Tahun Ajaran 2032/2033 terdaftar 4 siswa.

“Ada yang sangat spesial bagi kami. Bayi yang lahir tanggal 20 Mei 2026, oleh orang tuanya langsung didaftarkan pada tanggal 27 Mei 2026 untuk masuk sekolah pada tahun ajaran 2032/2033 mendatang. Usianya baru 7 hari saat didaftarkan,” tambahnya.

Meningkatnya kepercayaan masyarakat tak lepas dari transformasi yang dilakukan sekolah yang berdiri sejak 1970 ini. Sejak dipimpin oleh Suprayitno pada 2013, melanjutkan perjuangan dan pengembangan Kepala Sekolah sebelumnya, sekolah ini terus berbenah secara berkelanjutan.

Beberapa program dan fasilitas unggulan yang menjadi daya tarik utama meliputi, adanya layanan antar-jemput siswa dengan 14 armada, yang memudahkan orang tua dengan jangkauan 4 jalur utama.

Jalur barat hingga Prembun dan Kutowinangun (Kebumen), jalur utara hingga Kecamatan Pituruh, jalur selatan hingga Grabag, Mirit, dan Ngombol serta jalur timur/kota hingga Bener, Loano dan Purworejo Kota.

“Mulai tahun ajaran 2026/2027, sekolah resmi membuka kelas internasional dengan 80% bahasa pengantar Bahasa Inggris, berkolaborasi langsung dengan kurikulum Pearson Singapore. Untuk kurikulum juga berstandar internasional,” terang Suprayitno.

Pihak sekolah juga mendukung penuh program Makan Bergizi Gratis (MBG) dari pemerintah untuk makan pagi, serta menyediakan opsi katering sekolah untuk makan siang siswa.

Meskipun menawarkan fasilitas berstandar tinggi dan layanan ekstra, biaya pendidikan di SD Muhammadiyah Kutoarjo terbilang tetap ramah di kantong, dengan uang masuk awal yang terjangkau. Pelayanan prima yang diberikan tetap disesuaikan dengan pembiayaan yang dikeluarkan. Yaitu dana pengembangan gedung/fasilitas, seragam dan perlengkapan serta SPP di setiap bulannya yang sesuai dengan layanan.

Melihat antusiasme masyarakat yang terus meluas, pihak sekolah yang didukung oleh 43 guru dan 14 tenaga kependidikan ini secara bertahap terus menambah kuota Rombongan Belajar (Rombel).

Dari yang dulunya hanya 1 rombel, berkembang jadi 4 rombel, dan tahun ini kita buka 5 rombel. Melihat daftar inden yang ada, tahun depan berpotensi menjadi 6 rombel.

“Namun, penambahan ini tetap kami ukur secara rasional sesuai kemampuan sarana dan prasarana sekolah agar kualitas pelayanan prima tetap terjaga, selain itu juga tetap berusaha mengikuti regulasi pemerintah” pungkasnya. (Jon)