KORANJURI.COM – Sebanyak 20 asesor Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Institut Agama Islam An-Nawawi (IAIAN) Purworejo kembali ‘berganti peran’ menjadi asesi.
Mereka mengikuti Uji Kompetensi Skema Konsultan Pendamping Koperasi yang berlangsung pada Jum’at (24/07/2026) di Purworejo. Dalam uji kompetensi itu di Asesori oleh Sya’roji Sy, M.Hum dan
Ghufron, M.H.
Kegiatan uji kompetensi ini diselenggarakan atas kerja sama antara LSP Talenta Wirausaha Nusantara, LSP Cooperative Indonesia, dan LSP IAIAN Purworejo. Sebelum pelaksanaan uji kompetensi, para peserta terlebih dahulu dibekali melalui rangkaian pelatihan teknis pada tanggal 22–23 Juli 2026.
Direktur LSP IAIAN Purworejo, Dr. Achmad Sofyan, S.Sy., M.Pd., menjelaskan bahwa langkah ini diambil untuk memperdalam kapasitas para asesor dalam pendampingan teknis bidang perkoperasian.
Sertifikasi ini diproyeksikan sebagai langkah strategis memperkuat tata kelola koperasi di masa depan, sekaligus mempersiapkan asesor yang kompeten untuk menguji para manajer Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih (KDKMP).
“Walaupun sehari-hari bertindak sebagai asesor, saat posisi mereka berbalik menjadi asesi yang diuji, perasaan deg-degan, cemas, maupun gugup tentu tetap ada. Terutama saat berhadapan langsung dengan tim penguji, memaparkan portofolio, dan menyelesaikan tugas-tugas uji kompetensi yang disiapkan,” ujar Sofyan di sela kegiatan, Jum’at (24/07/2026).
Penguasaan skema Konsultan Pendamping Koperasi ini, menurut Sofyan, dinilai sangat vital bagi para asesor IAIAN Purworejo. Pasalnya, mereka nantinya akan memegang peranan kunci dalam mengasesmen calon manajer KDKMP yang saat ini tengah mengikuti pendidikan dan pelatihan (diklat) manajerial.
Manajer KDKMP sendiri, kata Sofyan, merupakan ujung tombak dalam menggerakkan roda ekonomi dan operasional gerai-gerai yang telah dibangun di setiap desa dan kelurahan.
“Realitas di lapangan menunjukkan gedung-gedung KDKMP yang telah dibangun di desa dan kelurahan membutuhkan kesiapan operasional yang matang. Pengurus koperasi memerlukan sosok ujung tombak yang andal untuk menjalankan gerai-gerai tersebut. Di situlah peran penting manajer KDKMP yang sedang dilatih saat ini,” jelas Sofyan.
Dengan mengantongi sertifikasi kompetensi Konsultan Pendamping Koperasi, para asesor dari LSP IAIAN Purworejo diharapkan dapat menjalankan tugas asesmen secara objektif dan akurat.
Hal ini penting guna memastikan bahwa manajer KDKMP yang nantinya diterjunkan ke lapangan benar-benar memiliki kualifikasi dan kompetensi yang teruji.
“Pesan kami kepada para asesor, tetap jaga profesionalisme dan laksanakan asesmen sesuai aturan. Kita harus memastikan manajer KDKMP yang siap bertugas di gerai-gerai KDKMP betul-betul kompeten, sehingga mampu menjalankan fungsi operasional koperasi dengan baik dan akuntabel,” pungkas Sofyan. (Jon)





