KORANJURI.COM – Stasiun Kutoarjo mencatat lonjakan signifikan jumlah pelanggan. Sepanjang Januari–Agustus 2026, sebanyak 901.546 penumpang menggunakan layanan kereta api di stasiun kebanggaan Kabupaten Purworejo ini.
Rinciannya, 441.234 pelanggan berangkat dan 460.312 pelanggan tiba.
Rata-rata volume penumpang mencapai 112.693 orang per bulan. Angka ini naik 12 persen dibanding periode sama 2025 yang hanya 100.482 pelanggan per bulan.
Manager Humas KAI Daop 5 Purwokerto M. As’ad Habibuddin menyebut peningkatan itu bukti kepercayaan masyarakat pada kereta api sebagai moda transportasi aman, nyaman, dan tepat waktu.
“Pertumbuhan jumlah penumpang ini merupakan hasil dari berbagai langkah strategis yang terus dilakukan KAI, mulai dari optimalisasi kapasitas tempat duduk, penguatan aspek operasional, penyelenggaraan program promo tarif, hingga komitmen seluruh insan KAI untuk senantiasa memberikan pelayanan terbaik kepada pelanggan,” ujar As’ad, Selasa (15/09/2026).
Tren positif juga terjadi di wilayah KAI Daop 5 Purwokerto secara keseluruhan. Total 6.513.142 pelanggan tercatat menggunakan kereta api, atau rata-rata 814.142 pelanggan per bulan. Angka ini juga naik sekitar 12 persen dari tahun lalu.
Lima stasiun tujuan favorit pelanggan Daop 5 yakni Pasarsenen, Yogyakarta, Gambir, Kiaracondong, dan Bekasi.
Selain jumlah penumpang, KAI juga menjaga kualitas operasional. Hingga Agustus 2026, On Time Performance (OTP) keberangkatan KA penumpang mencapai 99,83 persen, dan OTP kedatangan 97,57 persen.
Menurut As’ad, ketepatan waktu jadi kunci masyarakat makin percaya naik kereta. Untuk itu KAI terus lakukan perawatan sarana-prasarana, koordinasi operasional, dan peningkatan kompetensi SDM.
“Kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pelanggan atas kepercayaan yang terus diberikan kepada KAI. Kepercayaan tersebut menjadi semangat bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas layanan, sehingga setiap perjalanan dapat berlangsung dengan aman, nyaman, tepat waktu, dan memberikan pengalaman terbaik bagi pelanggan,” tutup As’ad.
Dengan pertumbuhan ini, Stasiun Kutoarjo semakin mengukuhkan diri sebagai salah satu simpul transportasi penting di jalur selatan Jawa. (Jon)





