KORANJURI.COM – STIKes Bantul kembali menorehkan sejarah. Sebanyak 20 wisudawan dan wisudawati Program D3 Keperawatan resmi menjalani wisuda, Sabtu (12/09/2026) di Hotel Grand Rohan.
Diawali dengan sidang senat terbuka, prosesi wisuda angkatan ke V ini berlangsung khidmat dan penuh haru. Pada momen penting ini dihadiri oleh jajaran pimpinan STIKes Bantul, civitas akademika, orang tua dan wali wisudawan, serta tamu undangan.
Puncaknya adalah pelantikan, pengambilan sumpah, penyematan pin, dan penyerahan Buku Kode Etik oleh Ketua DPW PPNI DIY, yang menjadi simbol kesiapan lulusan menjunjung etika dan nilai kemanusiaan.
Wakil Ketua I Bidang Akademik Natalia Eta Nuraini, S.Kep., Ns., M.Kep., menyebut, dari 20 lulusan, 7 mahasiswa meraih predikat Cumlaude dengan IPK tertinggi 3,79.
“Rata-rata IPK lulusan 3,46. Para wisudawan menempuh 6 semester dengan beban 117 SKS dan telah mengikuti Uji Kompetensi Nasional Keperawatan dengan tingkat kelulusan 94% Kompeten,” ujar Natalia Eta Nuraini dalam laporannya.
Secara khusus, Natalia Eta Nuraini juga mengucapkan terimakasih yang mendalam kepada orang tua/wali wisudawan/wisudawati atas kepercayaan yang telah diamanahkan kepada STIKES Bantul.
Sementara itu, Ketua STIKes Bantul Nuryadin, S.Sos., M.Pd., berharap lulusan segera terserap kerja.
“Baik itu di dalam dan di luar negeri. Akan lebih baik lagi jika bisa melanjutkan ke jenjang S-1 dan ners,” ujar Nuryadin dalam pesannya kepada para wisudawan.
Ia menyebut STIKes Bantul kini juga membuka Prodi S-1 Keperawatan dan Ners. Kampus juga bekerja sama dengan LPK untuk penempatan kerja di Jepang dan Timur Tengah.
“Saya berharap dengan wisuda ini akan menambah kepercayaan masyarakat bahwa STIKES Bantul layak untuk menjadi pilihan bagi anak-anak mereka untuk kuliah di bidang kesehatan,” lanjutnya.
Ketua STIKes Bantul juga menekankan, 20 lulusan ini diharapkan menjadi tenaga kesehatan yang kompeten, profesional, berkarakter, dan berintegritas.
“Para wisudawan ini kini resmi menyandang gelar Ahli Madya Keperawatan. Mereka siap mengabdi untuk kesehatan masyarakat,” tutup Nuryadin. (Jon)





