Persemki Jateng Perkuat Mutu Lulusan Lewat Sertifikasi Kompetensi

oleh
Foto bersama dalam kegiatan Sosialisasi USK LSP Asnakes Indonesia dan upgrading Kepala SMK Kesehatan Tahun Ajaran 2026/2027 yang digelar di Hotel Puri Asri Magelang, Selasa (15/09/2026) - foto: Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Sebanyak 45 Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Kesehatan di Jawa Tengah yang tergabung dalam Persemki (Persatuan SMK Kesehatan Indonesia) memperkuat komitmen mutu pendidikan melalui Uji Sertifikasi Kompetensi (USK).

Langkah strategis ini dilakukan agar lulusan tidak hanya mengandalkan ijazah akademis, melainkan memiliki bukti kompetensi resmi yang diakui secara nasional hingga internasional.

Hal tersebut diungkapkan oleh Ketua LSP Asnakes Indonesia Komtek Provinsi Jawa Tengah, Syamsuddin Joko Suseno, ST, dalam acara Sosialisasi USK LSP Asnakes Indonesia dan upgrading Kepala SMK Kesehatan Tahun Ajaran 2026/2027 yang digelar di Hotel Puri Asri Magelang, Selasa (15/09/2026), yang diikuti oleh 45 SMK Kesehatan ini.

“Harapan kami, anak-anak lulusan SMK Kesehatan tidak hanya memiliki nilai akademis dalam selembar ijazah, tetapi juga dibekali sertifikat kompetensi atau Serkom. Dengan sertifikat ini, mereka akan memiliki tiga pilar utama, yakni pengetahuan yang memadai, skill yang cukup, serta karakter yang kuat,” ujar Syamsuddin Joko Suseno.

Ia menambahkan, berkat standar kompetensi yang ketat, saat ini sudah banyak lulusan SMK Kesehatan dari Jawa Tengah yang sukses menembus pasar kerja luar negeri.

Setiap tahunnya, kata Syamsudin Joko Suseno, LSP Asnakes Indonesia Jawa Tengah rata-rata menguji sekitar 3.000 hingga 3.500 siswa dari dua jurusan utama, yakni Keperawatan dan Farmasi.

Dengan adanya regulasi baru yang mewajibkan kepemilikan sertifikat kompetensi melalui LSP Pihak Ketiga (LSP-3), jumlah sekolah yang bergabung dalam Persemki diprediksi akan terus meningkat.

“Sehingga harapan kami dengan adanya sosialisasi ini, teman-teman yang belum tergabung dalam Persemki bisa bergabung dan melaksanakan USK dengan LSP Asnakes Indonesia. Karena ini adalah bagian dari komitmen menjaga kepercayaan lulusan, kualitas lulusan SMK Kesehatan khususnya di Jawa Tengah,” terang Syamsudin Joko Suseno.

Sementara itu, Ketua Persemki Korwil Kedu Nuryadin, S.Sos., M.Pd., menyampaikan bahwa kegiatan yang mengusung tema “Menciptakan Lulusan SMK Kesehatan yang Unggul Melalui Sertifikasi Kompetensi Tahun 2026” ini dihadiri langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah serta jajaran pengurus Persemki DPD Jawa Tengah.

“Acara ini bertujuan mengkoordinasikan para asesor dan kepala sekolah dalam persiapan pelaksanaan USK 2026 sekaligus bahan upgrading kepala sekolah. Kegiatan ini berputar tiap tahun, dan tahun depan insyaallah akan diadakan di Pati,” kata Nuryadin di sela kegiatan.

Melalui sinergi antara Persemki, Dinas Pendidikan, dan LSP Asnakes Indonesia, pihaknya optimis kepercayaan masyarakat terhadap kualitas lulusan SMK Kesehatan di Jawa Tengah akan semakin meningkat, sekaligus mendongkrak kemajuan dan daya saing sekolah-sekolah di daerah.(Jon)