Bekali Guru dengan Pemahaman Kurikulum Enterpreneur dan Pembelajaran Deep Learning, SMK Pansa Kutoarjo Gelar IHT

oleh
Pembukaan IHT di SMK Pansa Kutoarjo oleh Pengawas SMK dari Cabdin Pendidikan Wilayah VIII Jateng H. Bani Mustofa, S.Pd., M.Pd. - foto: Koranjuri.com

KORANJURI.COM – SMK Pancasila 1 (Pansa) Kutoarjo yang berkampus di jalan Mayjend S. Parman Kutoarjo, Purworejo, Jateng menggelar kegiatan IHT (In House Training) .

Diikuti bapak ibu guru SMK Pansa Kutoarjo dan SMK A.Yani, kegiatan IHT bertema tentang Pembelajaran Deep Learning dan Kurikulum Enterpreneur ini dibuka oleh Pengawas SMK dari Cabdin Pendidikan Wilayah VIII Jateng H. Bani Mustofa, S.Pd., M.Pd., Rabu (25/06/2025).

Dalam arahannya, Bani Mustofa menyebut, dengan Pembelajaran Deep Learning yang saat ini sedang digalakkan oleh Kementrian Pendidikan Dasar dan Menengah, membuka wawasan tentang pendekatan mutakhir tersebut, sehingga pembelajaran betul-betul di pahami siswa.

“Siswa merasa nyaman dan senang (joyful) dalam pembelajaran, tentunya dengan karakteristik masing-masing pelajaran yang berbeda,” kata Bani.

Guru kreatif, ujar Bani, melibatkan siswa secara aktif dalam kegiatan pembelajaran sehingga siswa mengalami langsung secara sadar (mindful). Hal ini akan sangat bermakna bagi peserta didik terhadap pemahaman secara komprehensif (meaningful).

“Dengan meningkatnya animo pendaftar di SMK Pansa Kutoarjo, ini menunjukkan kepercayaan masyarakat dan harus direspon dengan peningkatan kualitas pelayanan secara umum baik itu kegiatan belajar mengajar maupun yang lainnya,” pesan Bani.

Kepala SMK Pansa Kutoarjo Septi Endah Parwati, M.Pd., menjelaskan, bahwa IHT dilaksanakan selama empat hari, yakni Rabu (25/06/2025), Kamis (26/06/2025), Senin (30/06/2025) dan Selasa (01/07/2025), dengan penyampaian materi berbeda setiap harinya.

Di hari pertama, kata Septi, Pengawas SMK Bani Mustofa menyampaikan materi tentang Peningkatan Kompetensi Tenaga Pendidik dan Kebijakan di Tahun Ajaran Baru nantinya tentang TKA.

Pemateri kedua di hari pertama dari Dosen Prodi Matematika UMPWR Dr. Heru Kurniawan yang membawakan materi Deep Learning Kurikulum Merdeka dan Asesmen Pembelajaran Mendalam.

Hari kedua, Kamis (26/06/2025) materi tentang Growth Mindset dan Kurikulum Enterpreneur serta Penyusunan Kurikulum Enterpreneur oleh Kepala SMKN 1 Karanganyar, Kebumen Sehat Kandiawan, S.Pd., M.Pd.

Hari ketiga, Senin (30/06/2025) menghadirkan psikolog Ayi Antoko Ratri, S.Psi yang juga pendidik dari MA Nurul Wahid dengan materi Kiat Menghadapi Gen Z dalam meningkatkan pembelajaran dan mengelola kematangan moral, emosi dan spiritual sesuai kode etik guru untuk peningkatan etos kerja pendidik.

Hari Keempat, Selasa (01/07/2025), kegiatan Sinkronisasi kurikulum dengan Daihatsu, dilanjutkan dengan praktek I Care PBD (Pintar Bersama Daihatsu) dengan pemateri secara internal yang sebelumnya mengikuti kegiatan gathering bersama dengan PIC dan waka kurikulum di masing-masing sekolah

“Terkait Kurikulum Enterpreneur harapannya dapat mempersiapkan dan membekali anak-anak menjadi individu yang mandiri dan berdaya saing di dunia kerja. Sesuai dengan tujuan dari kurikulum enterpreneur untuk menumbuhkan jiwa kewirausahaan, mendorong inovasi, dan menciptakan lapangan kerja. Dan itu harus ditumbuhkan sejak dia sekolah,” ujar Septi di sela kegiatan.

IHT, sebut Septi, tiap tahun memang diadakan. Selain untuk refreshing dengan mengingat kembali materi, para peserta juga mendapatkan pencerahan dari program-program yang baru, diantaranya tentang metode pembelajaran Deep Learning dan Kurikulum Enterpreneur atau Kurikulum Kewirausahaan.

Juga, supaya menumbuhkan semangat juga karena dihari terakhir ada kegiatan berkelompok sekaligus olah fisik. Jadi tidak hanya fokus untuk pembelajaran tapi fisiknya juga diolah.

Septi berharap bapak ibu guru bisa mengikuti kegiatan dengan baik. Sehingga besok ketika sudah memulai tahun ajaran baru ada inovasi-inovasi yang bisa diterapkan di dalam kelas masing-masing.

“Artinya dengan pembelajaran mendalam ini tidak hanya menyampaikan dan menghabiskan materi saja di kelas, tetapi menjadi kegiatan belajar yang bermakna, berkesadaran dan menggembirakan,” pungkas Septi. (Jon)