KORANJURI.COM – Komisi III DPRD Kabupaten Purworejo mendorong Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) untuk berani mengembangkan sayap lebih lebar.
Layanan Laboratorium Konstruksi dan Pengelolaan Alat Berat (LKPAB) diminta tidak hanya melayani pasar lokal, tetapi juga membidik pengguna jasa dari kabupaten dan kota sekitar demi mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Langkah strategis ini mencuat seiring diluncurkannya inovasi digital SIMPEL LAB dalam Forum Konsultasi Publik (FKP) di Aula Dinas PUPR Purworejo pada Rabu (22/07/2026).
Ketua Komisi III DPRD Purworejo, Tursiyati, menegaskan bahwa LKPAB Purworejo memiliki daya saing tinggi. Laboratorium ini telah mengantongi akreditasi resmi ISO/IEC 17025:2017 dari Komite Akreditasi Nasional (KAN).
“Jangan hanya melayani pengguna jasa dari Kabupaten Purworejo. Dengan akreditasi dan kualitas layanan yang sudah dimiliki, ini menjadi modal besar untuk menarik pengguna jasa dari daerah lain sehingga mampu meningkatkan PAD,” ujar Tursiyati.
Tursiyati menilai, menaikkan PAD tidak bisa sekadar mengandalkan penyesuaian tarif retribusi. Menurutnya, perluasan pasar dan promosi gencar jauh lebih efektif secara berkelanjutan.
Sosialisasi SIMPEL LAB diharapkan menyasar target yang lebih luas, yakni kontraktor dan konsultan luar daerah, BUMN konstruksi maupun instansi pemerintah di wilayah sekitar Purworejo
Meski mendorong persaingan pasar, Tursiyati mewanti-wanti agar mutu pengujian dan perawatan alat berat tetap dijaga ketat.
“Silakan bersaing dalam pelayanan dan inovasi, tetapi jangan pernah mengabaikan kualitas hasil uji maupun perawatan peralatan. Justru kualitas itulah yang akan menjadi daya tarik utama,” tegasnya.
Senada dengan Tursiyati, anggota Komisi III DPRD Purworejo, Hendro Susilo, menyoroti tiga pilar penting dalam pengembangan layanan ini, yakni jaminan mutu hasil pengujian, kemudahan pelayanan berbasis digital dan peningkatan kontribusi riil terhadap PAD.
Hendro menambahkan, jika pasar luar daerah berhasil digaet dan volume pekerjaan melonjak, Pemkab Purworejo harus siap memperkuat Sumber Daya Manusia (SDM) serta alokasi anggaran.
“Kalau targetnya diperluas hingga luar daerah, tentu kebutuhan SDM juga harus dipersiapkan. Kami di DPRD siap bersinergi apabila memang diperlukan penambahan personel dalam pembahasan APBD mendatang,” jelas Hendro.
Dalam kesempatan tersebut, Komisi III DPRD juga menyampaikan apresiasi kepada Dinas PUPR atas peluncuran SIMPEL LAB yang dinilai menjadi tonggak penting transformasi digital pelayanan publik di Kabupaten Purworejo.
SIMPEL LAB memungkinkan pengguna jasa melakukan pendaftaran layanan, memantau proses pengujian secara real time, melakukan pembayaran retribusi melalui QRIS Bank Jateng, hingga mengunduh sertifikat hasil pengujian secara elektronik tanpa harus berulang kali datang ke kantor.
Sistem yang diluncurkan Sekretaris Daerah Purworejo, Suranto, tersebut diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas pelayanan publik, tetapi juga menjadi instrumen baru dalam mendongkrak Pendapatan Asli Daerah melalui optimalisasi layanan laboratorium konstruksi dan penyewaan alat berat. (Jon)





