Dukung Transformasi Perpustakaan Sekolah di Purworejo, UPT Perpustakaan UMPWR Lakukan Pendampingan Inovatif

oleh
UPT Perpustakaan UMPWR saat mengisi kegiatan pendampingan di perpustakaan SMPN 4 Purworejo - foto: Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Perpusda mengandeng Unit Pelaksana Teknis (UPT) Perpustakaan Universitas Muhammadiyah Purworejo (UMPWR) menggelar program pendampingan inovatif bagi perpustakaan sekolah di wilayah Kabupaten Purworejo sebagai tidak lanjut MOU keduabelah pihak.

Langkah strategis ini dilakukan untuk mengubah citra perpustakaan sekolah yang selama ini identik sebatas tempat pinjam-meminjam buku dan baca-tulis semata.

Kepala UPT Perpustakaan UMPWR, Nurmansyah Alami, M.T., menjelaskan bahwa pihaknya berkomitmen mendorong perpustakaan tingkat dasar hingga menengah agar bertransformasi menjadi leading sector kegiatan literasi modern yang adaptif terhadap perkembangan zaman.

“Perpustakaan selama ini kan identik hanya membaca, datang, pinjam buku, lalu keluar. Nah, sekarang kita coba berikan masukan dan pendampingan. Kita dorong perpustakaan sebagai pemicu kegiatan literasi yang lebih luas, seperti penulisan karya hingga pemanfaatan media sosial secara produktif,” ujar Nurmansyah, Kamis (23/07/2026).

Dalam program pendampingan yang berlangsung hingga akhir tahun ini, UPT Perpustakaan UMPWR bermitra dengan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Perpusda) Kabupaten Purworejo. Sebagai tahap awal, sasaran program difokuskan pada enam sekolah tingkat menengah pertama, yaitu SMP Negeri 1 hingga SMP Negeri 6 Purworejo.

Beberapa materi dan inovasi pelatihan yang dihadirkan untuk para siswa di antaranya Penulisan Cerita Pendek (Cerpen), telah berjalan dan diikuti oleh siswa dari SMPN 5 Purworejo.

Literasi Media Sosial dengan melakukan pendampingan bagi siswa SMPN 4 Purworejo agar dapat memanfaatkan media sosial sebagai sarana promosi, edukasi, dan karya literasi, bukan sekadar tempat mengobrol.

Komunikasi Publik dan Story telling, yang akan berlangsung di SMPN 1 Purworejo, fokus pada keterampilan public speaking, Story telling dan pembawa acara (MC).

Untuk memastikan materi tersampaikan dengan optimal, UPT Perpustakaan UMPWR menerjunkan narasumber ahli dari kalangan dosen internal maupun praktisi profesional di bidangnya. Setiap sesi pelatihan ditargetkan diikuti sedikitnya 25 siswa dari masing-masing sekolah.

“Harapan utama kami adalah anak-anak atau para siswa jadi senang datang ke perpustakaan. Dari kegemaran itu, ilmu yang didapatkan tentu akan jauh lebih banyak karena perpustakaan adalah pusat sumber belajar yang bisa dikembangkan sesuai kondisi kekinian,” pungkasnya.

Program pendampingan ini diproyeksikan akan terus berlanjut dan meluas ke tingkat jenjang pendidikan lainnya pada tahun-tahun mendatang. (Jon)