KORANJURI.COM – Koordinator Komisariat (Koorkom) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Universitas Muhammadiyah Purworejo (UMPWR) memberikan klarifikasi terkait beredarnya foto dan video yang memperlihatkan tumpukan bantuan masyarakat Purworejo untuk korban bencana di Sumatera berada di sekitar area pembuangan sampah di belakang Kantor Rektorat UMPWR.
Dokumentasi tersebut sempat menimbulkan pertanyaan di tengah masyarakat terkait pengelolaan bantuan yang telah dihimpun untuk korban bencana.
Ketua Koorkom IMM UMPWR, IMMawati Inas Nisrina Zazmien, didampingi Sekretaris IMMawati Filza Dinta Zahrina, menegaskan bahwa barang-barang yang terlihat dalam dokumentasi tersebut tidak sedang dibuang.
“Dokumentasi yang beredar tersebut merupakan kegiatan pengecekan kondisi dan pemilahan barang bantuan, bukan kegiatan pembuangan barang,” ujar Inas dalam keterangan resminya, Senin (21/09/2026).
Menurut Inas, pengecekan dan pemilahan dilakukan di lokasi tersebut karena keterbatasan kapasitas tempat penampungan serta adanya kendala informasi terkait kebutuhan riil penerima bantuan.
Dalam konteks manajemen bencana, pengelolaan bantuan juga perlu mempertimbangkan aspek kebutuhan, ketepatan sasaran, waktu, dan efisiensi logistik. Pengiriman barang dari daerah yang jauh ke lokasi bencana tidak selalu menjadi pilihan yang paling efisien apabila barang serupa dapat diperoleh dalam kondisi baru di wilayah yang lebih dekat dengan lokasi terdampak.
Biaya transportasi, pengemasan, bongkar muat, penyimpanan, serta distribusi lanjutan dapat menjadi komponen yang cukup besar dalam rantai pasok bantuan. Karena itu, pada kondisi tertentu, pengadaan barang yang dibutuhkan secara langsung di sekitar wilayah terdampak dapat lebih efisien dibandingkan mengirimkan barang serupa dari daerah yang jauh.
Pertimbangan tersebut menjadi salah satu aspek penting dalam pengelolaan bantuan bencana agar bantuan yang tersedia dapat memberikan manfaat secara optimal dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat terdampak.
“Kami menegaskan bahwa barang bantuan tersebut masih dalam kondisi layak dan bermanfaat. Selanjutnya, barang-barang tersebut akan disalurkan kepada pihak-pihak lain yang membutuhkan,” jelasnya.
Selain bantuan berupa barang, Koorkom IMM UMPWR juga menyampaikan bahwa dana yang dihimpun melalui penggalangan donasi telah disalurkan melalui LAZISMU UMPWR untuk kemudian diteruskan ke Kantor LAZISMU Purworejo.
Koorkom IMM UMPWR juga menyampaikan permohonan maaf atas kegaduhan yang muncul di tengah masyarakat akibat beredarnya dokumentasi tersebut. Pihaknya menyatakan terbuka terhadap kritik dan evaluasi sebagai bagian dari upaya memperbaiki pengelolaan kegiatan kemanusiaan.
“Setiap proses yang telah dilalui menjadi pembelajaran bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas gerakan, menjaga amanah, dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat,” pungkas Inas.
Sementara itu, Koorkom IMM UMPWR menyatakan akan terus melakukan evaluasi terhadap proses pengumpulan, pemilahan, penyimpanan, dan penyaluran bantuan agar pelaksanaan kegiatan kemanusiaan berikutnya dapat berjalan lebih tertib, transparan, efisien, dan sesuai dengan kebutuhan penerima.(Jon)





