KORANJURI.COM – Kebutuhan akan layanan kesehatan sering kali datang tiba-tiba dan tanpa bisa diprediksi. Bagi sebagian besar orang, biaya rumah sakit yang tinggi bisa menjadi beban finansial yang berat jika tidak diantisipasi sejak dini.
Hal inilah yang membuat Riana Faridatun (37), warga Gemeksekti RT 02 RW 03, Kabupaten Kebumen, merasa sangat bersyukur. Ia telah merasakan langsung bagaimana Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) hadir menjadi penyelamat finansial keluarganya di momen-momen krusial.
Riana tercatat sebagai peserta JKN dari segmen Pekerja Penerima Upah (PPU), yang terintegrasi dengan kepesertaan suaminya sebagai anggota kepolisian. Bagi Riana, mengantongi kartu JKN yang aktif memberikan rasa aman yang luar biasa.
Pengalaman paling berkesan bagi Riana adalah ketika ia harus menghadapi proses persalinan anak kedua dan ketiganya. Dua momen besar ini berhasil dilaluinya dengan tenang tanpa bayang-bayang tagihan rumah sakit yang membengkak.
“Yang paling berkesan tentu saat proses persalinan anak. Tahun 2017 saya melahirkan anak kedua secara normal menggunakan JKN. Kemudian pada tahun 2023, saya kembali memanfaatkan JKN saat melahirkan anak ketiga melalui operasi sesar,” ungkap Riana, Jum’at (22/05/2026).
Riana menegaskan, seluruh biaya persalinan dan perawatan di rumah sakit sepenuhnya ditanggung oleh Program JKN. Tidak ada biaya tambahan yang harus dikeluarkan oleh keluarganya.
“Biaya persalinan dan perawatan di rumah sakit tentu tidak sedikit, dan akan terasa cukup berat jika harus ditanggung sendiri. Kami sangat terbantu,” tambahnya.
Bukan hanya soal pangkas biaya, Riana juga memuji kualitas layanan yang diterimanya. Ia mematahkan stigma negatif yang kadang beredar mengenai pasien jaminan sosial. Menurutnya, sejak proses administrasi awal hingga penanganan medis oleh tenaga kesehatan, semua berjalan lancar dan sesuai harapan.
Berangkat dari pengalaman manis tersebut, Riana berharap masyarakat luas makin sadar akan pentingnya memiliki jaminan kesehatan yang aktif. Ia mengingatkan agar masyarakat tidak menunggu sampai jatuh sakit baru mendaftar.
Secara terpisah, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Kebumen, Dina Diana Permata, menegaskan bahwa keberlangsungan manfaat yang dirasakan Riana tidak lepas dari prinsip gotong royong yang menjadi fondasi utama Program JKN.
Dina menjelaskan, sistem JKN bekerja dengan mengandalkan kontribusi dari peserta yang sehat untuk membantu peserta yang sedang sakit. Dengan demikian, akses pelayanan kesehatan yang adil dan merata bisa dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat.
“Ketika peserta rutin menjaga kepesertaannya tetap aktif, maka manfaatnya tidak hanya dirasakan diri sendiri, tetapi juga membantu peserta lain yang sedang membutuhkan layanan kesehatan,” kata Dina.
Pihak BPJS Kesehatan Kebumen pun terus mengimbau masyarakat untuk memastikan diri serta keluarga telah terdaftar, dan yang paling penting, menjaga status kepesertaan JKN agar tetap aktif. Langkah ini krusial agar perlindungan kesehatan tetap terjamin kapan pun risiko sakit itu datang. (Jon)





