KORANJURI.COM – Komitmen untuk memperluas payung perlindungan kesehatan terus digencarkan oleh BPJS Kesehatan Cabang Kebumen. Kali ini, fokus diarahkan kepada para relawan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Kebumen.
Melalui sebuah forum sosialisasi khusus, BPJS Kesehatan memastikan para pejuang gizi ini mendapatkan hak perlindungan jaminan kesehatan yang optimal melalui program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
Langkah strategis ini memicu sinergi lintas sektor yang kuat. Terbukti dengan hadirnya sejumlah tokoh penting, mulai dari Wakil Bupati Kebumen selaku Ketua Satgas Makan Bergizi Gratis (MBG), Kepala Dinas Kesehatan, Kepala Dinas Tenaga Kerja, hingga jajaran pengelola yayasan dan Kepala SPPG se-Kabupaten Kebumen.
Kepala BPJS Kesehatan Cabang Kebumen, Dina Diana Permata, menegaskan bahwa jaminan kesehatan bukan lagi sekadar pilihan, melainkan kebutuhan mendasar yang bersifat wajib. Ada banyak alasan krusial mengapa masyarakat, khususnya para relawan, harus mengantongi kepesertaan JKN yang aktif.
Menurut Dina, tantangan kesehatan saat ini semakin nyata dengan melonjaknya biaya medis, pergeseran tren ke penyakit kronis, hingga tingginya biaya teknologi kedokteran modern.
“Sakit itu sering kali datang tanpa permisi. Kalau cuma sakit ringan mungkin masih bisa diatasi sendiri. Tapi kalau sudah menyentuh penyakit berat, biayanya bisa menguras tabungan. Di sinilah pentingnya JKN sebagai penjamin, agar masyarakat bisa berobat tanpa perlu pusing memikirkan biaya,” jelas Dina, Rabu (20/05/2026).
Dina juga mengingatkan bahwa masalah kesehatan tidak hanya menyerang fisik, tetapi juga bisa mengguncang stabilitas ekonomi keluarga. Oleh karena itu, ia mengetuk kesadaran para mitra dan yayasan pengelola SPPG untuk bertanggung jawab mendaftarkan seluruh relawannya ke program JKN. Dengan begitu, para relawan bisa bekerja di lapangan dengan hati yang tenang dan merasa aman.
Lebih jauh, Dina memandang Program Makan Bergizi Gratis dan Program JKN sebagai dua pilar yang saling menguatkan dalam membangun sumber daya manusia Indonesia. Sinergi ini sejalan dengan visi Asta Cita Presiden untuk mendongkrak kualitas kesehatan dan kesejahteraan masyarakat.
“Program MBG bertugas memenuhi gizi masyarakat, sedangkan JKN membentengi mereka dari risiko kesehatan. Kombinasi keduanya akan melahirkan generasi yang sehat, produktif, dan terlindungi,” tambah Dina.
Dukungan penuh juga datang dari Wakil Bupati Kebumen, H. Zaeni Miftah. Sebagai Ketua Satgas MBG di wilayahnya, ia menegaskan bahwa pemerintah daerah berkomitmen penuh untuk mengawal perlindungan para relawan ini.
“Kami sangat mendukung agar seluruh relawan program MBG ini tercover JKN. Dalam beberapa minggu ke depan, kami akan memantau langsung perkembangannya agar target ini segera terealisasi,” tegas Zaeni.
Untuk memastikan anggaran bergerak tepat sasaran, Pemerintah Kabupaten Kebumen juga akan melakukan penyesuaian kepesertaan bagi relawan yang sebelumnya terdaftar dalam segmen bantuan daerah (PBPU dan BP Pemda). Langkah ini diambil agar kuota bantuan pemerintah bisa dialihkan kepada masyarakat lain yang memang lebih membutuhkan.
Lewat kolaborasi manis ini, Pemkab Kebumen dan BPJS Kesehatan berharap para relawan SPPG bisa menjaga fokus penuh untuk memberikan pelayanan gizi terbaik bagi masyarakat, tanpa perlu merasa cemas akan perlindungan kesehatan diri mereka sendiri. (Jon)





