KORANJURI.COM – Masa depan demokrasi ada di tangan anak muda. Prinsip inilah yang mendorong Pemerintah Kabupaten Purworejo, melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol), gencar menggelar Sosialisasi Pendidikan Politik Bagi Generasi Muda.
Kali ini, giliran siswa-siswi SMAN 5 Purworejo di Kecamatan Loano yang mendapatkan pembekalan langsung dari Bupati Purworejo, Hj Yuli Hastuti SH, pada Selasa (19/05/2026).
Di hadapan para pelajar, Bupati Yuli Hastuti menekankan bahwa politik bukan sekadar urusan pemilu, melainkan tentang bagaimana membangun etika, tanggung jawab, dan kepedulian terhadap lingkungan sekitar sejak dini.
“Pendidikan politik perlu dipahami sebagai pendidikan tentang demokrasi, etika, tanggung jawab, dan kepedulian terhadap kehidupan bermasyarakat serta bernegara,” ujar Bupati Yuli Hastuti.
Selain melek politik, Bupati juga menyoroti tantangan besar yang dihadapi generasi muda saat ini, yaitu derasnya arus informasi di media sosial. Di era digital yang serba terbuka, pelajar dituntut untuk memiliki kemampuan berpikir kritis agar tidak mudah terjebak informasi palsu (hoaks).
Bupati berpesan agar para siswa tidak menelan mentah-mentah informasi yang beredar di dunia maya dan selalu membiasakan diri melakukan cek fakta melalui sumber yang valid.
Langkah edukasi ini bukan tanpa alasan. Kabupaten Purworejo saat ini sangat membutuhkan suntikan energi dari generasi muda yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berkarakter dan memiliki integritas tinggi. Karakter-karakter tersebut merupakan cerminan nyata dari visi daerah, yaitu “Purworejo Berseri”.
Di akhir arahannya, Bupati mengajak seluruh pelajar untuk berani menyuarakan gagasan, aktif dalam kegiatan positif, dan menjaga persatuan di tengah perbedaan pilihan atau pendapat.
“Jadilah generasi yang mampu membawa perubahan baik, bagi lingkungan dan masyarakat,” pungkasnya optimis.(Jon)





