Sekolah, kata Prof Irwan, harus menjadi ladang dakwah. Kepala sekolah harus melihat gurunya datang dan gurunya pulang. Output siswa harus bisa mandiri, dilatih dengan pembelajaran Teaching Factory. Jiwa wirausaha harus terus ditumbuhkan, harus siap bangkit dari semua permasalahan yang menimpanya.
“Jika mereka punya jiwa wirausaha yang kuat, tahun 2045 ekonomi akan dapat kita pegang. Jangan terpaku pada bantuan. Ketika ada bantuan semangat, setelah tidak ada bantuan jadi lemas,” ujar Prof Irwan.
H. Didik Suhardi, PH. D Ketua Majelis Dikdasmen PNF PP Muhammadiyah dalam arahannya menyebut, bahwa sekolah unggul harus berlari, sekolah yang belum unggul ditarik (ditolong) agar tidak terperosok.
“Pak Ketua PP akan selalu bertanya, sudah ada berapa sekolah unggul. Untuk itu SMK Muhammadiyah harus terus meningkatkan kwalitasnya agar menjadi sekolah unggul,” kata Didik.
Dr. Bahrun Dahlan, wakil ketua PP Majelis Dikdasmen PNF Muhammadiyah dan mantan direktur SMK berpesan, ada tidaknya bantuan dari pemerintah, SMK Muhammadiyah harus menjadi sekolah unggul untuk mewujudkan amanat Muktamar ke 48 Muhammadiyah.
“Semoga oli Quintech SMK Muhammadiyah Purwodadi dapat mengangkat nama Sekolah dan Muhammadiyah,” kata Bahrun.
Dr. Muhammad Yusro, direktur SMK Kemendikbud Ristek RI yang juga hadir menjelaskan, tahun 2023 presiden pernah menyampaikan bahwa “SMK jadi kunci kemajuan negara”.





