Siasati Kemarau Panjang, PDAM Purworejo Ambil Langkah Ekstrem Demi Amankan Pasokan Air Bersih

oleh
Direktur PDAM Purworejo Hermawan Wahyu Utomo - foto: Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Ancaman kekeringan akibat musim kemarau panjang tahun ini direspon cepat oleh PDAM Tirta Perwitasari Purworejo. BUMD ini telah menyiapkan sejumlah langkah strategis guna menjamin pasokan air bersih tetap aman, khususnya di wilayah-wilayah yang rawan kekeringan di Kabupaten Purworejo.

Direktur PDAM Tirta Perwitasari Purworejo, Hermawan Wahyu Utomo, menjelaskan bahwa meskipun intensitas hujan masih terjadi hingga pertengahan Mei, pihaknya tidak ingin kecolongan saat kemarau mencapai puncaknya.

“Untuk menanggulangi kekurangan air bersih di wilayah tertentu, kami akan kembali mengaktifkan bak penampungan Simbarjoyo yang sempat mangkrak,” ujar Hermawan, Selasa (19/05/2026).

Nantinya, bak penampungan tersebut akan difokuskan untuk menyuplai wilayah perkotaan Purworejo, terutama kawasan niaga yang selama ini mengandalkan pasokan dari sumur bor.

Selain mengaktifkan kembali aset yang lama tidak berfungsi, PDAM Purworejo juga melakukan peremajaan infrastruktur secara besar-besaran. Salah satunya adalah mengganti pompa air di Bendung Boro dengan kapasitas yang jauh lebih besar.

Langkah ini diambil agar suplai air mampu menjangkau tiga wilayah cabang sekaligus secara optimal, yaitu Kecamatan Purwodadi, Purworejo, dan Banyuurip.

“Wilayah Banyuurip yang sebelumnya mengandalkan sumur, kini mengalami penurunan debit air. Karena itu, kebutuhan air bersih di sana akan diback up penuh dari sumber Bendung Boro,” jelas Hermawan.

Kondisi serupa juga terjadi pada sumur Pangen yang berada di kantor pusat PDAM. Guna menjaga stabilitas distribusi ke pelanggan, pasokan dari sumur Pangen kini ikut dibantu oleh aliran dari Bendung Boro.

Sementara itu, untuk mengoptimalkan pelayanan di wilayah Kutoarjo, PDAM akan membagi area distribusi menjadi dua wilayah pelayanan, yakni wilayah barat dan wilayah timur. Pasokan di kawasan ini akan diperkuat dari wilayah Golok.

Menariknya, pemenuhan kebutuhan air bersih di Purworejo kini tidak hanya bertumpu pada sumber lokal. PDAM Purworejo telah membangun sinergi lintas wilayah dengan menggandeng PAM Regional Jembangan, Kabupaten Kebumen.

Kerja sama ini menjadi angin segar bagi desa-desa yang selama ini menjadi langganan kekeringan saat kemarau tiba, seperti Desa Rowodadi, Bendungan, dan Trimulyo di Kecamatan Grabag.

“Dari Jembangan, kami mendapat suplai sekitar 50 liter per detik untuk mengcover wilayah Kemiri, Pituruh, hingga Kutoarjo. Sedangkan dari Balengasal (Kebumen), digunakan untuk menyuplai kebutuhan air bersih di wilayah Grabag dan Butuh,” urai Hermawan secara rinci.

Ke depan, PDAM Purworejo juga berencana melakukan ekspansi jaringan pipa secara masif ke wilayah selatan, mulai dari Grabag, Bojong, Rowodadi, hingga Harjobinangun.

“Jadi daerah yang dulu sering kekeringan, nantinya bisa tercaver dari berbagai sumber milik PDAM maupun hasil kerja sama dengan PAM Regional Tirta Utama Jawa Tengah,” tambahnya optimis.

Antisipasi matang ini juga dilengkapi dengan kesiapan penanganan darurat. Jika sewaktu-waktu terjadi gangguan distribusi atau kebocoran jaringan pipa akibat pergeseran tanah di musim kemarau, PDAM telah menyiagakan armada khusus.

“Kami telah menyiapkan tiga armada tangki air bersih yang siap diterjunkan sewaktu-waktu ke wilayah terdampak untuk menyuplai kebutuhan darurat warga,” pungkas Hermawan. (Jon)