KORANJURI.COM – Kelurahan Sucenjurutengah, Kecamatan Bayan, Kabupaten Purworejo kembali menggelar tradisi tahunan Merti Bumi sebagai wujud rasa syukur atas limpahan rezeki dan keselamatan warga.
Acara yang berlangsung di halaman kantor kelurahan setempat pada Kamis (08/01/2026) dari siang hingga malam hari ini dimeriahkan dengan pentas wayang kulit semalam suntuk dengan lakon ‘Semar Mantu’.
Secara simbolis, Kepala Kelurahan Sucenjurutengah, Lepot Agusmanto, SIP, menyerahkan tokoh wayang Bagong kepada dalang Ki Gunawan Hadi Widodo, menandai dimulainya pagelaran yang menyedot perhatian warga tersebut.
Lurah Sucenjurutengah menjelaskan bahwa Merti Bumi ini rutin dilaksanakan setiap tanggal 20 Rajab dalam penanggalan Jawa. Uniknya, pada tahun 2026 ini, Kelurahan Sucenjurutengah diprediksi akan menggelar Merti Bumi sebanyak dua kali, yakni pada bulan Januari dan Desember, mengikuti siklus bulan Rajab yang jatuh dua kali di tahun masehi yang sama.
“Kami tidak berpatokan pada tanggal masehi, tapi pasti tanggal 20 Rajab. Kebetulan tahun ini jatuh pada hari Kamis malam Jumat,” ujar Agus Lepot, panggilan akrab Lepot Agusmanto saat ditemui di sela acara.
Sebelum puncak acara wayangan, serangkaian kegiatan spiritual dan sosial telah dilaksanakan sejak minggu lalu, yakni dengan reresik pepunden dan ziarah dengan mengunjungi makam tokoh ulama dan leluhur seperti Makam Kyai Kholil, Makam Mbulus (Jayeng Kewuh), Makam Pakem (Kyai Suci), serta makam Nyai Dukuh, Ki Dukuh, dan Pertapan Beji.
“Kita juga gelar doa bersama yang diikuti tokoh masyarakat dan ulama sebelum wayangan, pada siang hari sebagai bentuk rasa syukur,” terang Agus Lepot.
Kegiatan pengajian juga digelar dengan menghadirkan penceramah KH Ahmad Hanafi dari Langenrejo, Butuh, sebagai santapan rohani bagi warga sebelum pentas wayang dimulai.
Agus Lepot mengungkapkan, pentas wayang kulit dengan lakon Semar Mantu ini inti ceritanya kemunculan Dewi Sri, yang melambangkan kemakmuran bagi para petani.
“Ini adalah bentuk syukur atas hasil panen yang baik dan peningkatan ekonomi para pedagang di wilayah kami. Meski ada sedikit kendala hama, namun hasilnya tetap melimpah. Kami juga berdoa agar aparatur pemerintah diberikan kesehatan dalam melayani masyarakat,” tambahnya.
Acara ini turut dihadiri oleh jajaran Forkompimca Bayan, anggota DPRD Kabupaten Purworejo, serta tokoh lintas agama. Ke depan, pihak kelurahan berencana mengembangkan kegiatan Merti Bumi agar tidak hanya menjadi ritual budaya, tetapi juga penggerak ekonomi.
“Harapan saya, tahun depan ada inovasi baru dengan melibatkan pelaku UMKM lokal. Kami ingin Merti Bumi menjadi wadah bagi penggiat ekonomi kreatif di Sucenjurutengah untuk mempromosikan produk mereka di halaman kantor kelurahan,” pungkas Agus Lepot. (Jon)
Penyerahan tokoh wayang Bagong oleh Kepala Kelurahan Sucenjurutengah, Lepot Agusmanto, SIP.





