KORANJURI.COM – Pemerintah Kabupaten Purworejo mulai mematangkan langkah strategis untuk tahun 2027. Melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD yang digelar di Pendopo Kabupaten pada Kamis (26/03/2026), infrastruktur ditetapkan sebagai “mesin utama” penggerak ekonomi daerah.
Mengusung tema “Penguatan Infrastruktur Berbasis Lingkungan sebagai Penggerak Pertumbuhan Ekonomi Daerah”, Pemkab Purworejo memberi sinyal kuat bahwa pembangunan fisik ke depan tidak hanya soal beton, tetapi juga keberlanjutan ekosistem.
Bupati Purworejo, Hj. Yuli Hastuti SH, menegaskan bahwa RKPD 2027 bukan sekadar dokumen rutin, melainkan jembatan untuk mewujudkan visi Purworejo Berseri (Berdaya Saing, Sejahtera, Religius, dan Inovatif).
Ada lima isu krusial yang menjadi bidikan utama pemerintah dalam RKPD 2027, yakni Pemerataan Infrastruktur, Ekonomi Inklusif, Ketahanan Lingkungan, Ketahanan Sosial serta Tata Kelola Adaptif.
“Musrenbang ini tidak boleh hanya jadi seremonial. Ini adalah forum strategis untuk kolaborasi nyata yang dampaknya harus dirasakan langsung oleh warga,” tegas Bupati Yuli Hastuti di hadapan Sekda Suranto ST SSos MPA, unsur Forkopimda, anggota DPRD, perwakilan Bappeda kabupaten/kota sekitar, instansi terkait, serta unsur perwakilan masyarakat yang hadir dalam Musrenbang RKPD tersebut.
Kepala Bapperida Purworejo, Drs. Hery Raharjo M.Si, menjelaskan bahwa kunci sukses pembangunan 2027 terletak pada keterlibatan publik.
Forum ini dirancang untuk menyelaraskan kebutuhan warga dengan program kerja pemerintah agar lebih tepat sasaran.
Dengan fokus pada infrastruktur hijau dan penguatan ekonomi, Purworejo optimis mampu menjadi daerah yang lebih kompetitif di Jawa Tengah pada tahun 2027 mendatang.(Jon)





