KORANJURI.COM – Plt. Direktur Jenderal Imigrasi Yuldi Yusman mengungkapkan, peringkat 10 besar dunia versi Skytrax yang diraih Imigrasi Soekarno-Hatta merupakan hasil kerja keras bersama.
Menurutnya, kerjasama jajaran dengan berbagai pihak dilakukan untuk memastikan layanan Imigrasi di Bandara Soetta tetap unggul dan efisien.
“Kami berkomitmen untuk terus berinovasi demi meningkatkan pengalaman para pengguna jasa bandara dan memperkuat citra positif Indonesia di dunia internasional,” kata Yuldi Yusman di Jakarta, Jumat, 20 Maret 2026.
Yuldi menambahkan, pihaknya berkomitmen melakukan berinovasi demi meningkatkan pengalaman para pengguna jasa bandara. Sehingga akan memperkuat citra positif Indonesia di dunia internasional.
Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Agus Andrianto menambahkan, pencapaian tingkat dunia Imigrasi Soetta menjadi buah dari transformasi digital dan kerja keras kolektif seluruh jajaran.
Menurutnya, inovasi harus diperkuat agar kualitas layanan dapat bersaing di tingkat internasional.
“Ini menunjukkan betapa pentingnya transformasi digital dan penguatan pelayanan berbasis teknologi dalam meningkatkan kualitas layanan publik,” kata Agus.
Sementara, di ajang World Airport Skytrax Awards 2026, Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Soekarno-Hatta masuk dalam Top 10 World’s Best Airport Immigration Service.
Penghargaan tersebut diumumkan dalam World Airport Awards Ceremony 2026 yang diselenggarakan dalam rangkaian Passenger Terminal Expo (PTE) World pada 18 Maret 2026 di London, Inggris.
Berdasarkan informasi yang dirilis melalui laman resmi Skytrax, layanan imigrasi Bandara Soekarno-Hatta (Jakarta) menempati peringkat ke-10 dunia.
Posisi itu bersanding dengan bandara internasional lainnya seperti Singapore Changi Airport, Bahrain International Airport, Hong Kong International Airport, hingga Leonardo da Vinci-Fiumicino Airport. (Thalib)





