BPBD Purworejo Perkuat Pasukan Relawan, Strategi Hadapi Bencana di Tengah Keterbatasan Personel

oleh
Taufik, narasumber dari FPRB Provinsi Yogyakarta tengah menyampaikan materi di hadapan peserta Temu Relawan FPRB - foto: Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Menghadapi ancaman bencana hidrometeorologi yang kian nyata, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Purworejo mengambil langkah taktis.

Bertempat di Rumah Makan Satu-Satu, Rabu (01/04/2026), BPBD menggelar Temu Relawan Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) sebagai upaya memperkokoh benteng pertahanan daerah terhadap bencana.

Kegiatan ini bukan sekadar pertemuan biasa, melainkan ajang peningkatan kapasitas bagi para relawan yang selama ini menjadi garda terdepan di lapangan.

Kepala Pelaksana BPBD Purworejo, Wasit Diono mengungkapkan fakta menarik terkait kondisi internal instansinya. Saat ini, BPBD hanya diperkuat oleh 54 personel, dengan rincian 31 orang tergabung dalam Tim Reaksi Cepat (TRC).

“Jujur saja, dengan jumlah tersebut kami akan kewalahan jika terjadi beberapa bencana secara bersamaan. Di sinilah peran relawan menjadi sangat krusial. Penanganan bencana di Purworejo bisa berjalan cepat berkat solidaritas luar biasa dari rekan-rekan relawan,” ujar Wasit.

Selain pembekalan materi teknis yang menghadirkan Taufik, narasumber ahli dari FPRB Provinsi Yogyakarta, acara ini juga dimanfaatkan sebagai momen Halal Bihalal. Suasana hangat Idul Fitri digunakan untuk mempererat ikatan emosional antar-pemangku kepentingan kebencanaan di Purworejo.

Dalam pembekalan ini, mteri yang disampaikan fokus pada mitigasi bencana hidrometeorologi (banjir, angin puting beliung, tanah longsor), pemetaan risiko dan penyusunan rencana kontinjensi serta edukasi masyarakat dan keterampilan teknis evakuasi.

Wasit mengungkapkan, meski saat ini tercatat sekitar 50 relawan aktif dari berbagai unsur yang terdata di BPBD, potensi relawan di Purworejo sebenarnya jauh lebih besar.

“Melalui penguatan kapasitas ini, diharapkan sistem penanggulangan bencana di Purworejo semakin tangguh, responsif, dan mandiri dalam menghadapi segala kemungkinan di masa depan,” harap Wasit.

Bupati Purworejo, Hj. Yuli Hastuti, yang hadir langsung didampingi Sekda Suranto memberikan apresiasi tinggi. Beliau menegaskan bahwa relawan bukan sekadar pembantu, melainkan pilar utama dalam mewujudkan visi Purworejo Berseri.

“FPRB punya peran strategis dalam koordinasi lintas sektor, sementara relawan adalah ujung tombaknya. Kita harus sadar bahwa wilayah kita punya risiko bencana yang tinggi, mulai dari longsor hingga kekeringan. Kerja terpadu adalah kunci,” tegas Bupati Yuli. (Jon)