Sentuhan Keikhlasan di Rutan Purworejo, Ratusan Warga Binaan Rasakan Khidmatnya Idul Adha 1447 H

oleh
Foto bersama sebelum penyembelihan hewan kurban - foto: Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Gema takbir berkumandang khidmat di dalam Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Purworejo pada Rabu (27/05/2026). Keterbatasan ruang dan tempat ternyata tidak menyurutkan semangat ratusan warga binaan pemasyarakatan (WBP) untuk merayakan Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah dengan penuh suka cita.

Rangkaian kegiatan ibadah dimulai sejak pagi hari pukul 06.30 WIB. Seluruh warga binaan melaksanakan salat Idul Adha berjemaah secara khusyuk yang dipimpin langsung oleh Kyai Ihsanuddin dari Kementerian Agama (Kemenag) Purworejo.

Dalam khutbahnya, khatib menyampaikan pesan mengenai makna pengorbanan, keikhlasan, serta pentingnya kepedulian sosial dalam kehidupan bermasyarakat, khususnya dalam momentum Hari Raya Idul Adha.

Suasana religius kian kental saat dilanjutkan dengan sesi silaturahmi antar-warga binaan dan petugas rutan.

Kepala Rutan Kelas IIB Purworejo, David Saptoaji Putra, mengungkapkan bahwa momen perayaan Idul Adha tahun ini juga diwarnai dengan penyembelihan 5 ekor hewan kurban berupa kambing.

“Hewan kurban ini merupakan sumbangan dari berbagai pihak, mulai dari Bupati Purworejo, Polres, Ketua DPRD, masyarakat, hingga kontribusi dari pegawai rutan sendiri,” ujar David saat ditemui usai kegiatan, Rabu (27/05/2026).

Proses penyembelihan hewan kurban dipimpin langsung oleh perwakilan Kemenag Purworejo dan dilakukan secara gotong-royong oleh para petugas bersama warga binaan.

Menurut David, jumlah hewan kurban tahun ini masih sama dengan tahun sebelumnya. Namun, pihak rutan sangat terbuka bagi stakeholder eksternal maupun masyarakat yang ingin menyalurkan hewan kurbannya ke Rutan Purworejo di masa mendatang.

Keterlibatan aktif warga binaan dalam kepanitiaan kurban ini bukan tanpa alasan. Pihak rutan sengaja memberikan ruang bagi mereka sebagai bagian dari pemenuhan hak sekaligus program pembinaan kepribadian.

David berharap, esensi dari Idul Adha yang mengajarkan tentang keikhlasan dan pengorbanan dapat menyentuh hati para warga binaan. Saat ini, Rutan Purworejo sendiri dihuni oleh 190 orang yang mayoritas merupakan warga asli Purworejo.

“Harapannya tentu untuk meningkatkan kualitas iman dan takwa kepada Allah SWT. Kami ingin memupuk rasa kebersamaan antar-sesama. Dengan begitu, ketika nanti mereka selesai menjalani masa hukuman dan kembali ke lingkungan masyarakat, mereka sudah siap untuk hidup aktif dan produktif menjadi pribadi yang lebih baik,” pungkas David. (Jon)