Kisah Haru Samsyi, Bocah 8 Tahun yang Kembali Tersenyum Berkat JKN

oleh
Muhammad Samsyi Fariji didampingi ibundanya, Ainun Jariyah - foto: Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Senyum ceria tak pernah lepas dari wajah Muhammad Samsyi Fariji (8) meski ia harus terbaring di ruang perawatan Klinik Utama PKU Muhammadiyah Kutoarjo.

Siswa kelas dua sekolah dasar ini tetap aktif bercerita dan menunjukkan semangat luar biasa kepada siapa pun yang menemuinya di tengah ikhtiarnya memulihkan kesehatan.

Ibu kandung Samsyi, Ainun Jariyah (48), menceritakan bahwa kondisi putranya saat pertama kali dilarikan ke rumah sakit sangat mengkhawatirkan.

“Saat itu Samsyi sampai tidak nafsu makan karena mual dan mengalami kejang,” ungkap Ainun, Senin (03/08/2026).

Di balik ketegaran sang buah hati, tersimpan cerita menegangkan bagi keluarga. Samsyi tercatat sebagai peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) segmen Penerima Bantuan Iuran (PBI) yang didaftarkan oleh Pemerintah Daerah.

Sebelum mendapatkan perawatan, status kepesertaan JKN keluarga Ainun sempat tidak aktif. Hal ini sempat memicu kepanikan mendalam karena mereka belum pernah memiliki pengalaman menjalani rawat inap sebelumnya.

“Awalnya saya sangat khawatir dengan biaya yang harus dikeluarkan. Ini adalah pengalaman pertama kami menjalani rawat inap di rumah sakit, jadi rasanya benar-benar bingung,” tutur Ainun.

Kekhawatiran keluarga Ainun segera sirna berkat kesigapan berbagai pihak. Perangkat desa bersama Pak Camat turun tangan mengantarkan keluarga Samsyi ke rumah sakit sekaligus mendampingi proses administrasi.

Koordinasi cepat tersebut membuat proses reaktivasi status kepesertaan PBI JKN dapat segera diselesaikan. Berkat kolaborasi sigap ini, Samsyi langsung mendapatkan pelayanan medis tanpa hambatan biaya.

“Saya sangat berterima kasih kepada BPJS Kesehatan, serta kepada Pak Camat yang telah membantu mengantarkan kami ke rumah sakit dan mendampingi proses administrasi, bantuan tersebut sangat berarti bagi keluarga kami,” ucap Ainun penuh syukur.

Selama menjalani masa pemulihan, Ainun mengaku sangat terkesan dengan keramahan tenaga medis. Mulai dari urusan administrasi, kenyamanan kamar rawat inap, hingga sikap para dokter dan petugas yang ramah membuat keluarganya merasa tenang.

Sakit yang mendera membuat Samsyi harus merelakan momen penting di sekolah. Sebagai anak yang aktif dan gemar belajar, pekan ini sejatinya menjadi jadwal ia mengikuti ujian kenaikan kelas.

“Seharusnya minggu ini Samsyi sedang mengikuti ujian,” ujar Ainun.

Kendati demikian, semangat belajar bocah berusia delapan tahun itu tidak pernah surut. Di sela-sela pemulihannya, Samsyi menyimpan impian besar untuk lekas sembuh, kembali ke sekolah, berkumpul bersama teman-temannya, serta mengejar cita-citanya.

Kisah Samsyi menjadi bukti nyata bahwa kehadiran perlindungan Program JKN, kepedulian pemerintah daerah, serta dukungan lingkungan sekitar mampu memberikan rasa aman bagi masyarakat dalam menghadapi situasi darurat kesehatan. Tanpa bayang-bayang beban biaya pengobatan, keluarga dapat fokus sepenuhnya mendampingi proses penyembuhan demi mengembalikan senyum ceria sang buah hati tercinta.(Jon)