Suara Anak LPKA Kutoarjo di HAN 2026: Tonggak Nyata Perlindungan ABH

oleh
Salah satu kegiatan pada Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2026 yang diinisiasi PKBI Daerah Jawa Tengah bekerjasama dengan LPKA Kelas I Kutoarjo - foto: Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Diinisiasi PKBI (Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia) Daerah Jawa Tengah, LPKA Kelas I Kutoarjo menggelar Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2026, Rabu (29/07/2026) di RM ABK, yang menyuguhkan pemandangan yang berbeda dan penuh haru.

Di balik tembok pembinaan, suara anak-anak binaan akhirnya bergema lewat kegiatan bertajuk “Dari Suara Anak Menuju Komitmen Bersama: Mewujudkan Lingkungan yang Aman, Nyaman, dan Ramah Anak”.

Kegiatan ini menjadi puncak dari rangkaian Diskusi Penguatan Forum Anak Binaan yang telah digelar sebanyak lima kali. Dari ruang-ruang diskusi tersebut, lahirlah Dokumen Suara Anak Binaan LPKA Kelas I Kutoarjo Tahun 2026 yang merangkum aspirasi, kebutuhan, serta harapan mereka.

Dibuka dengan meriah melalui penampilan seni Tari Dolalak dan Indonesia Menari yang dibawakan dengan apik oleh tiga orang Anak Berhadapan dengan Hukum (ABH) Putri, acara dilanjutkan dengan sambutan pembuka dari Endhi Subinarto, S.H. yang mewakili LPKA Kelas I Kutoarjo.

Ketua Pengurus Daerah PKBI Jawa Tengah, Dr. dr. Daru Lestantyo, M.Si., dalam sambutannya menegaskan pentingnya kolaborasi multipihak dalam menciptakan ruang aman bagi anak di Jawa Tengah.

Hal senada juga ditekankan oleh Direktur Eksekutif PKBI Daerah Jawa Tengah, Elisabet S.A. Widyastuti. Ia mengingatkan bahwa pemenuhan hak anak binaan tidak boleh berhenti pada kebutuhan fisik semata.

“Anak-anak ini bukan hanya membutuhkan pakaian atau perlengkapan mandi. Mereka juga membutuhkan lingkungan yang siap menerima mereka kembali, karena proses reintegrasi sosial dimulai sejak mereka masih menjalani pembinaan,” tegas Elisabet.

Lebih lanjut, Elisabet menjelaskan bahwa PKBI terus mendorong penerapan kebijakan safeguarding dengan prinsip zero tolerance terhadap kekerasan seksual di lingkungan LPKA.

Bersama sejumlah LPKA di Indonesia, pihaknya juga tengah mengembangkan modul Pengasuhan Positif untuk melatih para petugas agar mampu menerapkan disiplin yang menghargai hak-hak anak.

Dokumen Suara Anak Binaan yang telah disusun oleh FORKABI (Forum Komunikasi Anak Binaan) secara resmi diserahkan kepada Pemerintah Kabupaten Purworejo dalam acara tersebut. Dokumen ini diharapkan menjadi kompas bagi para pemangku kebijakan dalam menyusun langkah nyata perlindungan anak.

Kepala DP3APMD Kabupaten Purworejo, Laksana Sakti, A.P., M.Si., menyatakan komitmen penuh pemerintah daerah. Ia menyebutkan bahwa upaya perlindungan anak di Purworejo diperkuat melalui Peraturan Daerah Nomor 13 Tahun 2022 tentang Perlindungan Perempuan dan Anak serta Peraturan Daerah Nomor 10 Tahun 2023 tentang Kabupaten Purworejo Layak Anak.

Komitmen ini diwujudkan lewat optimalisasi UPT PPA serta edukasi pencegahan kekerasan yang rutin digencarkan bersama mitra termasuk forum anak.

Dari sisi internal lembaga, Kasi Pembinaan LPKA Kelas I Kutoarjo, Tanti Widiyanah, A.Md.IP., S.H., memaparkan bahwa pembinaan berlandaskan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak selalu mengutamakan kepentingan terbaik bagi anak.

Terbukti, di sepanjang tahun 2026 ini, LPKA Kelas I Kutoarjo berhasil mencetak prestasi membanggakan, dengan hasil 3 anak lulus Paket A, 6 anak lulus Paket B, 12 anak lulus Paket C serta 1 anak binaan terpilih menjadi anggota Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) pada HUT RI tingkat Kabupaten Purworejo.

Prestasi ini membuktikan bahwa dengan ruang dan dukungan yang tepat, setiap anak memiliki kesempatan emas untuk bangkit dan berprestasi.

Sementara itu, perwakilan Forum Komunikasi Anak Kabupaten Purworejo (FORKARE), Yanuar Putra Kurniawan, menceritakan proses pendampingan pembentukan FORKABI.

Melalui diskusi sebaya yang aman, anak-anak berhasil merumuskan kebutuhan akan soft skills dan dukungan keluarga. Ia memastikan bahwa suara anak ini tidak akan berhenti sebagai arsip semata.

“Aspirasi tersebut akan dibawa dalam agenda ‘Rembug Bocah Purworejo’ pada 4 Agustus 2026 mendatang untuk disampaikan secara langsung kepada Bupati Purworejo beserta para pemangku kebijakan,” ungkap Yanuar.

Melalui sinergi erat antara pemerintah daerah, LPKA, organisasi masyarakat sipil, dan forum anak, peringatan HAN 2026 di Kutoarjo sukses membuktikan bahwa partisipasi anak adalah kunci utama dalam merancang masa depan bangsa yang inklusif dan ramah anak. (Jon)