KORANJURI.COM – Ketua DPRD Kabupaten Purworejo Tunaryo, S.Sos., M.M., melakukan inspeksi mendadak ke kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Purworejo, Kamis (13/08/2026).
Sidak dilakukan di sela Forum Konsultasi Publik bertajuk Peningkatan Peran Pentaholix dalam Penanggulangan Bencana.
Dalam kunjungan itu, Tunaryo menemukan masalah serius terkait penyimpanan peralatan. Sejumlah alat BPBD terpaksa dititipkan di lokasi seberang jalan yang bahkan belum memiliki atap.
“Yang pertama, tentunya kita langsung Sidak ke BPBD terkait kebutuhan. Karena pada tahun 2027, BPBD mengajukan untuk pembangunan. Ternyata setelah kita cek, bahkan bukan butuh, lebih dari butuh dengan kondisi yang ada,” kata Tunaryo.
Ia menambahkan kondisi saat ini sangat memprihatinkan.
“Alat-alat yang ada di BPBD ternyata dititipkan di seberang jalan yang notabene bahkan tidak ada atap. Atapnya saja belum ada sama sekali,” ungkapnya.
Menurut Tunaryo, jika seluruh peralatan dipaksakan masuk ke kantor BPBD, ruangan sudah dipastikan tidak muat.
“Untuk peralatan kalau ditaruh di lokasi kantor BPBD sendiri sudah tidak akan mencukupi, tidak muat,” jelasnya.
Di sisi lain, Tunaryo mengapresiasi kinerja BPBD. Berdasarkan data, tingkat kerawanan bencana Purworejo turun dari peringkat 7 se-Jateng pada 2023 menjadi peringkat 17 pada 2025.
“Artinya prestasi itu sangat membanggakan. Yang pasti, kita ingin melihat langsung kondisi BPBD berdasarkan kebutuhan. Ternyata BPBD yang notabene juga bekerja untuk kemanusiaan memang betul harus disupport penuh,” tegasnya.
Kepala Pelaksana BPBD Purworejo Wasit Diono membenarkan keterbatasan tersebut. Ia menyebut luas kantor terbatas sementara jumlah peralatan terus bertambah.
“Dari sisi kantor, kami memang saat ini luasnya terbatas. Peralatan yang cukup banyak, sehingga untuk menempatkan peralatan-peralatan yang ada di BPBD itu kami sudah tidak muat lokasinya,” ujar Wasit.
BPBD telah mengusulkan pembangunan gudang logistik baru. Pemkab Purworejo disebut sudah mengalokasikan lokasi.
“Pemda sudah mengalokasikan. Rencananya memang kami sudah mengusulkan tempat untuk sarana logistik,” kata Wasit.
Pembangunan ditargetkan masuk APBD 2027. Sementara di anggaran perubahan 2026 difokuskan untuk penyusunan Detail Engineering Design atau DED.
“Pada tahun 2027, ya. Di anggaran perubahan tahun 2026 ini DED-nya, tapi pelaksanaan nanti di tahun 2027,” tandasnya. (Jon)





