Bupati Purworejo Teken Komitmen Turunkan Stunting

oleh
Bupati Purworejo Hj Yuli Hastuti SH usai penandatanganan komitmen bersama percepatan penurunan stunting bersama kepala daerah lainnya - foto: Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Pemerintah Kabupaten Purworejo menunjukkan keseriusan penuh dalam menuntaskan persoalan stunting.

Komitmen ini ditegaskan langsung oleh Bupati Purworejo, Yuli Hastuti, S.H., saat menghadiri Rapat Koordinasi Teknis (Rakortek) dan Advokasi Pencegahan serta Percepatan Penurunan Stunting Regional Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara di Semarang pada Selasa (22/09/2026).

Tidak sekadar hadir, Bupati Purworejo bersama para kepala daerah lainnya secara resmi menandatangani komitmen bersama percepatan penurunan stunting untuk wilayah masing-masing.

Langkah strategis ini menjadi landasan penting dalam menyatukan gerak langkah penanganan di tingkat daerah.

Dalam arahannya, Deputi Bidang Dukungan Kebijakan PKPSDM Setwapres, Eddy Cahyono Sugiarto, menekankan bahwa stunting tidak bisa diselesaikan hanya dengan intervensi gizi semata.

“Penanganan stunting merupakan pekerjaannya kompleks. Tidak hanya sekadar perbaikan gizi, tapi juga terkait dengan isu lingkungan, sanitasi, infrastruktur dan lainnya, sehingga diperlukan satu komitmen bersama lintas sektoral dalam penanganannya,” ujar Eddy.

Ia menambahkan bahwa keberhasilan program ini menuntut penyatuan berbagai program lintas kementerian, pemerintah daerah hingga level desa agar tidak berjalan sendiri-sendiri.

Senada dengan hal tersebut, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan bahwa isu stunting adalah pertaruhan tanggung jawab seluruh unsur pemerintahan.

“Kinerja Bapak Ibu semua dipertaruhkan untuk anak-anak kita. Tidak perlu hanya sekadar komitmen, tetapi ini harus melakukan kolaborasi antara pemerintah pusat, provinsi dan pemerintah daerah dalam pencegahan dan penurunan stunting,” tegas Ahmad Luthfi.

Sebagai bentuk dukungan nyata, Pemprov Jawa Tengah mengandalkan program Speling (Dokter Spesialis Keliling) guna mendekatkan akses kesehatan bagi warga desa terpencil

“Karena pentingnya layanan kesehatan yang benar-benar hadir hingga wilayah terpencil, sekaligus memperkuat pemahaman masyarakat mengenai gizi dan kesehatan anak,” pungkasnya.

Melalui program ini, intervensi dapat diarahkan langsung ke wilayah dengan angka stunting tinggi secara tepat sasaran.(Jon)