LSP IAIAN Purworejo Uji Calon Manajer KDKMP di Cimahi

oleh
Para asesor dari LSP IAIAN Purworejo, LSP Koperasi dan LSP TWN foto bersama - foto: Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) IAIAN (Institut Agama Islam An Nawawi) Purworejo berkolaborasi dengan LSP Cooperative Indonesia dan LSP TWN sukses menyelenggarakan Uji Kompetensi Calon Manajer Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Satdik Pusdikjas Dikjasad Cimahi, Jawa Barat.

Kegiatan strategis ini diikuti oleh 583 Asesi guna mencetak manajer KDKMP profesional penggerak ekonomi desa.

Pelaksanaan uji kompetensi yang berlangsung selama dua hari pada 28–29 Juli 2026 ini sebelumnya sudah didahului dengan pelatihan intensif bagi para peserta. Mereka dibekali materi mendalam terkait manajerial koperasi oleh para fasilitator berpengalaman yang ditugaskan langsung oleh Kementerian Koperasi.

Dalam pelaksanaannya, penugasan asesor di Satdik Pusdikjas Disjasad Cimahi melibatkan 28 orang Asesor kompetensi, di mana dari LSP IAIAN Purworejo terdiri dari 16 asesor ditugaskan oleh LSP Cooperative Indonesia, 3 asesor oleh LSP TWN, serta 9 asesor dari LSP lain.

Direktur LSP IAIAN Purworejo, Dr. Achmad Sofyan, S.Sy., M.Pd., menjelaskan bahwa para asesor yang diterjunkan telah mengantongi sertifikat asesor kompetensi resmi serta sertifikasi teknis pemahaman perkoperasian.

Hal ini memastikan standar pengujian berjalan kredibel dan ketat sesuai pedoman Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).

“Sebelum menguji, para asesor ini tentu sudah memiliki sertifikat asesor kompetensi dan sertifikat teknis tentang pemahaman koperasi, sehingga mereka sangat layak untuk menguji para calon manajer KDKMP ini,” ujar Dr. Achmad Sofyan, Jum’at (31/07/2026).

Kehadiran manajer KDKMP ini menurut Dr. Achmad Sofyan diproyeksikan menjadi ujung tombak dalam mengoperasikan gerai-gerai koperasi di seluruh penjuru desa dan kelurahan di Indonesia.

Melalui pengelolaan yang profesional, gerai ini diharapkan mampu mendongkrak ekonomi lokal lewat pemasaran produk UMKM, kerajinan, hingga komoditas pangan.

Selain itu, dengan adanya layanan simpan pinjam berbasis gotong royong anggota, masyarakat dapat terhindar dari jeratan praktik pinjaman informal atau bank keliling yang merugikan.

“Peran manajer KDKMP ke depan menjadi ujung tombak koperasi desa kelurahan merah putih yang ada di Indonesia. Tujuannya tentu menyejahterakan anggota, termasuk menyediakan layanan simpan pinjam yang sehat agar masyarakat tidak terjerat bank keliling,” tegas Dr. Achmad Sofyan.

Tantangan besar menanti para manajer di lapangan, mengingat mereka harus bersinergi dengan pengurus, pengawas, serta pegawai gerai yang sudah ada guna menyeimbangkan orientasi profit (profit-oriented) dan sosial (social-oriented).

Oleh karena itu, kata Dr. Achmad Sofyan, proses asesmen dilakukan secara ketat melalui dua metode utama, yakni Ujian Tertulis sebanyak 5 soal komprehensif untuk menguji pemahaman teori serta Review Produk dengan mengevaluasi atas hasil penugasan mandiri peserta selama pelatihan yang mencakup 10 unit kompetensi manajerial.

“Dengan sertifikasi kompetensi berstandar BNSP ini, para lulusan diharapkan memiliki bekal dan modal mental yang kuat saat berhadapan dengan dinamika di lapangan demi memajukan koperasi yang mandiri dan menyejahterakan masyarakat desa,” pungkas Dr. Achmad Sofyan. (Jon)