KORANJURI.COM – Pengalaman melayani pasien selama 24 tahun di RS Emanuel Banjarnegara membuka mata Lia Fitriani (45) terhadap arti penting kesehatan.
Bagi perawat asal Sokaraja Kidul RT.02/RW.02, Kabupaten Banyumas ini, kehadiran Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) telah membawa perubahan besar yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat, khususnya kalangan kurang mampu.
Di tengah tren biaya kesehatan yang terus meningkat, Lia menilai Program JKN berhasil meruntuhkan tembok pembatas akses medis. Masyarakat kini tidak lagi dihantui kecemasan akan membengkaknya biaya pengobatan saat membutuhkan pertolongan darurat maupun perawatan rutin.
“Menurut saya, Program JKN sangat membantu masyarakat, terutama masyarakat yang kurang mampu. Program ini memberikan manfaat bagi semua lapisan masyarakat,” ungkap Lia, Jum’at (31/07/2026).
Lebih dari sekadar instrumen perlindungan finansial, Lia menekankan bahwa fondasi utama Program JKN adalah nilai gotong royong. Iuran rutin yang dibayarkan oleh peserta sehat bukan sekadar investasi perlindungan diri sendiri, melainkan bentuk uluran tangan bagi sesama yang sedang berjuang melawan penyakit.
Sebagai tenaga medis garda terdepan, Lia tidak hanya merawat fisik pasien, tetapi juga aktif memberikan edukasi. Ia kerap menemui pasien dengan penyakit kronis yang memerlukan kontrol berkala.
Tanpa jaminan kesehatan, banyak pasien berisiko menghentikan pengobatan di tengah jalan akibat kendala biaya, yang berujung pada komplikasi berbahaya. Berkat Program JKN, pasien dapat menjalani pengobatan secara teratur sehingga kualitas hidup mereka terjaga dengan baik.
Komitmen Lia dalam mendukung program strategis nasional ini juga diwujudkan melalui pengenalan transformasi digital kesehatan. Sejak awal peluncuran aplikasi Mobile JKN, ia turut memelopori pendirian Pojok JKN di area pelayanan rumah sakit.
Melalui fasilitas Pojok JKN, petugas mendampingi masyarakat secara langsung untuk mengunduh dan melakukan registrasi aplikasi Mobile JKN, memanfaatkan kartu digital kepesertaan, melakukan perubahan data peserta, seperti perpindahan Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) maupun menggunakan fitur antrean online guna memangkas waktu tunggu administrasi.
Menutup kisahnya, Lia menegaskan bahwa tenaga kesehatan memiliki tanggung jawab moral untuk terus mendukung kesuksesan JKN. Melalui pelayanan profesional, edukasi berkelanjutan, dan adopsi layanan digital, ia berharap manfaat JKN semakin dirasakan secara merata.(Jon)





